AKR Raup Rp 864 Miliar dari Divestasi Anak Usaha di Cina

Uang dari divestasi saham itu nantinya akan dibawa ke Indonesia.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
22 September 2017, 20:44
AKR
Donang Wahyu|KATADATA
Tangki penyimpanan BBM milik PT.AKR di Bitung, Sulawesi Utara.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menandatangani perjanjian pengalihan saham atau divestasi pelabuhan Guigang yang berbasis di Tiongkok kepada Beibu Gulf Co, Ltd. Dari perjanjian tersebut, perusahaan berhasil mendapatkan dana RMB 427,8 juta atau sekitar Rp 863,8 miliar.

Pelabuhan Guigang meliputi tiga entitas yang berkecimpung dalam operasi peti kemas, pengiriman, dan curah di Tiongkok. Adapun tiga entitas tersebut adalah Guangxi Guigang AKR Container Port Co., Ltd (GGACP) dengan saham yang dimiliki 94,64%, kemudian AKR Guigang Transshipment Port Co., Ltd. (AGTP) 78% dan AKR Guigang Port Co., Ltd. (AGP) sebesar 100%.

AKRA telah mengoperasikan Pelabuhan Guigang sejak tahun 2006. Aset-aset pelabuhan ini terhubung dengan baik ke jalur kereta api, jalanan, dan akses ke transportasi sungai.

Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengatakan divestasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan menyusun kembali portofolio asset-asetnya dan membangun posisi keuangan yang kokoh untuk mengeksekusi proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan di Indonesia. “Kami berharap dapat mengembangkan hubungan yang kuat dengan Beibu Gulf Port Co.,Ltd, untuk ekspansinya di wilayah ASEAN ” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Jumat (22/9).

Sementara itu, Beibu Gulf Port Co.,Ltd menyatakan akusisi Pelabuhan Guigang akan memberikan kesempatan perusahaan memanfaatkan inisiatif One Belt One Road, perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN, zona ekonomi Beibu Gulf, pengembangan sungai Pearl. Selain itu akan mengembangkan Guigang sebagai salah satu titik penting dalam sungai Xijiang, sehingga dapat mewujudkan akses transportasi multimodal.

Perjanjian penutupan pengalihan saham ini akan dilakukan saat penyelesaian persyaratan yang telah ditetapkan tercapai.  Adapun persyaratan itu telah didefinisikan dalam perjanjian pengalihan ekuitas, sebagian besar terdiri dari persetujuan dari penjual dan pembeli.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan harga divestasi pelabuhan itu sudah lebih tinggi dari nilai buku. Uang dari pelepasan saham itu nantinya akan dibawa ke Indonesia.

Apalagi ada beberapa proyek yang saat ini digarap AKR, seperti retail, pelabuhan, proyek Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Gresik, infrastruktur untuk minyak atau  petrokimia. “Nanti akan kami putuskan, tapi uang dari divestasi dibawa ke Indonesia,” ujar Suresh kepada Katadata, Jumat (22/9).

Video Pilihan

Artikel Terkait