Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Tahun Lalu di Bawah Target

Realisasi penyerapan anggaran tahun lalu sebesar Rp 178,8 miliar atau sebesar 93,7 persen dari total pagu anggaran.
Miftah Ardhian
24 Maret 2017, 07:00
Gedung Kementerian BUMN
Arief Kamaludin|KATADATA

Penyerapan anggaran di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun lalu di bawah target. Hal tersebut terungkap saat Rapat Kerja (Raker) antara Kementerian BUMN dengan anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menggantikan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam raker tersebut menjelaskan, Kementerian BUMN telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Dalam dokumen tersebut, realisasi penyerapan anggaran tahun 2016 sebesar Rp 178,8 miliar atau sebesar 93,7 persen dari total pagu anggaran yang sebesar Rp 190,8 miliar.

(Baca: Sri Mulyani Tak Ingin Pembangunan Infrastruktur Tambah Ketimpangan)

Selain itu, anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) juga tidak terserap penuh. "Realisasinya mencapai 99,9 persen dari total pagu anggaran 2016," ujar Sri Mulyani saat Raker dengan Komisi VI, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (23/3).

Sedangkan untuk pelaksanaan program tahun 2017, Kementerian Keuangan telah menyepakati anggaran Kementerian BUMN sebesar Rp 243,8 miliar. Dana itu untuk dua program utama, yaitu pembinaan berbagai BUMN yang ada dan dukungan manajemen dan kegiatan teknis lainnya.

Dari dua program itu ada beberapa yang prioritas. Pertama, program sosialisasi payung hukum pembentukan perusahaan induk perusahaan (holding) BUMN sektoral yakni Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2016 tentang tata cara penyertaan dan penatausahaan modal negara kepada BUMN dan perseroan terbatas. (Baca: Menteri Rini Luncurkan Holding 70 Rumah Sakit BUMN)

Kedua, penyusunan peta jalan (roadmap) organisasi Kementerian BUMN. Ketiga, penyusunan laporan keuangan kombinasi. Keempat, penyusunan kajian-kajian akan keberadaan masing-masing BUMN. Kelima, melakukan peningkatan pembangunan sistem managemen pengetahuan (knowledge management system).

Keenam, penyusunan perencanaan (masterplan) untuk tahun 2018 hingga 2022. Ketujuh, penyusunan kajian pembentukan holding BUMN farmasi. Terakhir, melakukan terobosan untuk mencapai target wisatawan mancanegara. (Baca: Kejar 15 Juta Turis Asing, Kementerian Pariwisata Fokus ke ASEAN)

Meski di bawah target, Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya mengatakan, pihaknya mengapresiasi realisasi serapan anggaran yang dilakukan oleh Kementerian BUMN pada tahun 2016. Apalagi saat ini sedang ada penghematan.  

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait