Menaker Hanif: PKB Ciptakan Kenyamanan dan Kebahagiaan Bekerja

Perjanjian kerja bersama (PKB) berperan penting menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan bekerja.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
18 September 2019, 18:20
Kemnaker
Kementerian Ketenagakerjaan

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, menyatakan selain berperan penting dalam mengatur hubungan industrial di tempat kerja, perjanjian kerja bersama (PKB) mampu ciptakan kenyamanan, kebahagiaan, dan kepuasan dalam bekerja.

 

“Perusahaan yang memiliki PKB itu 96 persen pekerjanya merasa puas. Ini artinya perusahaan dan serikat pekerja yang berhasil membuat PKB, sebagian besar pekerjanya merasa puas,” kata Hanif.  

 

Menaker menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan dalam penandatanganan PKB periode 2019-2021 antara perusahaan dan Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) di Jakarta, Senin, 16 September 2019.

 

Menaker menyebut, rasa bahagia, nyaman, dan puas  lahir karena adanya pengaturan yang jelas dalam PKB. Peraturan tersebut menyangkut hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha, maupun pengaturan terkait penyelesaian perselisihan. “Sehingga kenyamanan dalam bekerja, level of happiness, mereka dalam bekerja juga meningkat,” katanya.

 

Menurut Hanif, sebagai sarana atau alat hubungan industrial, PKB bisa memberi pedoman ketika terjadi suatu perselisihan, karena dibuat atas kesepakatan dua pihak (pengusaha dan serikat pekerja atau serikat buruh). Meski begitu, Menaker mengingatkan, dialog sosial jangan hanya dijadikan media komunikasi tatkala ada perselisihan. Dialog sosial harus terus dilakukan secara intens dengan berbagai media dan sarana komunikasi untuk memupuk hubungan industrial yang harmonis.

 

Dalam kesempatan yang sama, Menaker menyampaikan apresiasi kepada manajemen dan SP/SB PT TMMIN dan PT TAM yang berhasil mewujudkan PKB ke-19 sejak perusahaan berdiri di Indonesia atau PKB ke-8 sejak adanya pemisahan peran bisnis antara PT TMMIN dan PT TAM. Hanif berharap capaian baik ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain.

 

“Ini suatu hal yang patut diapresiasi. Ketika hubungan industrial selalui didahului dengan dialog bipartit, itu akan lebih cepat dalam mencapai kesepakatan PKB,” kata Menaker.

 

Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono, mengatakan PT TMMIN dan PT TAM berkomitmen untuk selalu memupuk hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di lingkungan kerjanya. “Kami selalu berkomitmen bahwa industrial relation itu seperti safety. Kita sudah bersama-sama komitmen bahwa safety itu utama, maka hubungan industrial harmonis itu harus utama,” terang Warih.

 

Warih menambahkan perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pekerja PT TMMIN dan PT TAM, guna meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan pekerja. “Ini adalah periode awal, mari terus mengevaluasi agar ini tidak hanya terjadi di kita. Tapi juga supply chain kita," ujarnya.

 

Ketua Umum KSP LEM PT Toyota Astra Motor, Dadang Sudarno, menyampaikan pembuatan PKB antara manajemen perusahaan dan SP/SB PT TMMIN dan PT TAM periode kali ini telah diawali dengan diskusi mengenai penerapan PKB periode sebelumnya. Diskusi lalu dilanjutkan dengan pembacaan kondisi ketenagakerjaan di masa depan. Tujuannya untuk mendapat kondisi riil perusahaan dan pekerja, guna mewujudkan mutual understanding.

 

“Kami yakin dengan konsep ini kita akan menemukan solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan kebahagiaan pekerja,” ujar Dadang.

 

Turut hadir dalam penandatanganan PKB ini, Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker Haiyani Rumondang, Kadisnakertrans Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Yoshiro Nakata, dan Ketua PUK FSP LEM PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Aziz Syarif Hidayat.

Editor: Arsip

Video Pilihan

Artikel Terkait