Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Keahlian Digital

Keahlian digital atau digital skill dinilai sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu prioritas pembangunan SDM.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
5 Juli 2019, 10:36
KEMNAKER
Katadata

Solo – Keahlian digital atau digital skill dinilai sangat potensial untuk terus dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia SDM. "Kita kan tahu bahwa potensi digital skill kita ini sangat besar. Dan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah. Oleh karena itu, pengembangan SDM dalam bidang ini harus terus digenjot," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri usai menghadiri pembukaan MOS + ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara, Solo, Jateng, Rabu (3/7).


Menteri Hanif menjelaskan perkembangan teknologi dan informasi telah mengubah sejumlah model bisnis dan industri. Akibatnya, beberapa jenis pekerjaan berikut keterampilan yang dibutuhkan juga berubah. Untuk itu, menurut Hanif pemerintah mendorong agar sisi pengembangan SDM kita juga mengikuti perubahan tersebut.

 

Selain pengembangan kompetensi SDM, Hanif menyebut kunci lain dalam pembangunan SDM adalah sertifikasi. Sekalipun memiliki kompetensi yang mumpuni, seseorang belum bisa dikatakan kompeten jika keahliannya belum tersertifikasi. "Itulah kenapa akses pelatihan dan sertifikasi yang ke depan akan terus kita genjot, agar perlatihannya ini benar-benar berkualitas dan tersertifikasi juga," kata  Hanif.

 

Kompetensi dan sertifikasi yang dimiliki seseorang juga harus bisa diakui oleh pasar kerja, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. "Jadi kuncinya kompetensi yang berkualitas, sertifikasi yang berkualitas, dan recognition (pengakuan) yang berkualitas," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Ardhya Garini, Nani Hadi Tjahjanto, menjelaskan, MOS + ACA National Championship merupakan ajang adu kreatifitas serta kemampuan dalam mengoperasikan Microsoft Office Specialist dan Adobe Certified Associate. Kompetisi yang diikuti sejumlah lembaga pendidikan IT negeri dan swasta ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu 3-4 Juli 2019. Acara diselenggarakan langsung oleh MyEduSolve. "Belajar teknologi itu penting. Siapa saja yang menguasai teknologi, maka ia akan menjadi pemimpin," kata Nani.


Kompetisi ini terdiri dari dua kategori. Pertama, kategori Kompetesi Adobe Certified Associate (ACA) yang mencakup Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan Adobe InDesign.
Kedua, kategori Kompetisi Microsoft Office Specialist (MOS). Kategori ini mencakup Ms. Word, Ms. Excel, dan Ms. PowerPoint.


"Nantinya, pemenang akan dikutkan MOS + ACA International yang diselenggarakan di New York," ujar Nani.



Senada dengan Hanif dan Nani, Kepala Staff Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, menjelaskan Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi. Generasi saat ini kelak akan menjadi generasi emas Indonesia yang akan memimpin Indonesia pada 2045.

"Oleh karena itu, kompetisi ini tidak hanya bermanfaat mengembangkan keahlian diri, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk tampil di kompetesi IT dunia," katanya.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait