Mardani: Pembangunan dan Layanan Pelabuhan Indonesia Banyak Kemajuan

Peningkatan ini sangat berpengaruh untuk menekan high cost economy yang sangat berdampak terhadap daya saing pengusaha nasional.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
25 Juni 2019, 10:23
KEMNAKER
Katadata

JAKARTA - Tokoh pengusaha muda asal Kalimantan Selatan, Mardani H. Maming, memuji kemajuan pembangunan sektor pelabuhan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Mardani, selain aspek kuantitas dengan terus membangun dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan, pemerintah juga berhasil meningkatkan kualitas sistem kerja dan pelayanan pelabuhan. Peningkatan ini sangat berpengaruh untuk menekan high cost economy yang sangat berdampak terhadap daya saing pengusaha nasional. Mardani mencontohkan waktu tunggu (dweling time) di pelabuhan yang sudah tidak bermasalah lagi. 

 

"Dulu, waktu tunggu di pelabuhan bisa mencapai 15 hari, sekarang dwelling time di pelabuhan paling lama hanya tiga hari, sehingga bisa menurunkan high cost economy dan meningkatkan daya saing pengusaha,” kata Calon Ketua Umum BPP Hipmi tersebut, di Jakarta, Senin (24/6).

 

Ke depan katanya, Indonesia masih harus dapat mempercepat waktu tunggu menjadi satu atau dua kali 24 jam sehingga pelan-pelan tapi pasti Indonesia bisa menyamai Singapura.

 

Mardani yang juga terjun di bisnis kepelabuhan melalui perusahaannya PT Batulicin Enam Sembilan menilai, pembangunan sektor pelabuhan yang giat dilaksanakan pemerintahan Jokowi, sangat strategis bagi pengembangan ekonomi Indonesia. "Dengan terus dibangunnya pelabuhan baru dan diperbaikinya kualitas pelabuhan-pelabuhan tua, ini akan strategis bagi upaya Indonesia untuk mengatasi biaya logistik yang selama ini masih sangat tinggi," kata Mardani.

 

Sebagai negara maritim, kata Mardani, sudah sepantasnya Indonesia  menjadi pusat pengiriman dan poros perdagangan maritim dunia yang mampu menantang dominasi Singapura. Upaya mengalahkan dominasi Singapura tersebut menurut Mardani mulai terlihat. 

 

PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo II (Persero) sejak tahun lalu melaksanakan cargo consolidation, dengan menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tempat konsolidasi kargo ekspor dan impor dari dan ke wilayah Indonesia. Jika sebelumnya importir atau eksportir Indonesia ke Eropa atau Amerika Serikat dan beberapa negara Asia lainnya, harus mampir dulu ke Singapura untuk singgah yang kemudian berganti kapal besar, sekarang sudah bisa di pelabuhan Tanjung Priok.

 

"Ini sebuah langkah maju bagi dunia pelabuhan kita. Ke depan kita berharap jumlah kontainer yang dilayani di Pelabuhan Tanjung Priok juga terus meningkat minimal 800 ton," kata Mardani. Ia berharap agar pemerintah dapat membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) khusus di pelabuhan sehingga semua pelayanan perizinan dokumen dari berbagai kementerian dapat satu pintu dan pengurusannya selesai dengan cepat dan tepat.

 

Selain Tanjung Priok, menurut Calon Ketua Umum BPP HIPMI ini, Indonesia juga perlu memperluas titik titik layanan kapal cargo berorientasi ekspor, terutama di wilayah Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. "Dengan meratanya sistem pelayanan pelabuhan yang baik, maka komoditas ekspor di wilayah Indonesia Timur akan lebih optimal terkirim dengan waktu relatif pendek dan biaya yang lebih murah," kata

Mardani optimistis, proyek pembangunan pelabuhan yang terus giat dilaksanakan pemerintahan Jokowi akan menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan dunia yang baru dan mampu mengalahkan Singapura.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait