Menaker Terjunkan Tim Pengawas ke Pabrik Korek Api yang Terbakar

Peristiwa di Binjai Sumatera Utara tersebut menewaskan 30 pekerja. Tim pengawas yang diturunkan berasal dari pusat dan daerah.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
21 Juni 2019, 22:25
Kemnaker
Kementerian Ketenagakerjaan

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri langsung mengintruksikan tim pengawas ketenagakerjaan mengusut peristiwa kebakaran pabrik korek api. Peristiwa di Binjai Sumatera Utara tersebut menewaskan 30 pekerja. Tim pengawas yang diturunkan berasal dari pusat dan daerah.

“Pengawas ketenagakerjaan di daerah sudah di lapangan. Tim dari pusat segera menyusul. Insiden harus diusut serius,” kata Hanif dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Jumat (21/6). 

Tahap awal, tim pengawas beserta kepolisian berfokus pada penanganan korban. Selanjutnya, tim akan memeriksa aspek ketenagakerjaannya.

“Intinya kami tangani dengan serius para korbannya terlebih dulu. Kami juga akan memastikan kepesertaan mereka, apakah sudah masuk di dalam BPJS ketenagakerjaan,” ujar Hanif.”Bila sudah mereka harus di-cover. Kalau belum terdaftar harus segera ada solusi untuk menangani.”


Hanif juga memerintahkan kepada tim untuk memeriksa pabrik korek api tersebut secara menyeluruh. Termasuk memeriksa adanya kemungkinan pelanggaran kewajiban Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di pabrik. 

Amarudin, Plh. Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara, kebakaran di Binjai ini mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 30 orang. Korban selamat sebanyak tiga orang.

Kejadian tersebut terjadi pada jam istirahat siang. Diduga, kebakaran terjadi saat ada yang sedang menyetel api mancis. Kemudian satu mancis terbakar dan merembet sehingga mengakibatkan kebakaran hebat.

Berdasarkan catatan, lokasi tempat kerja ini merupakan  industri rumahan yang memiliki sekitar 50 orang karyawan. Pegawai yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak
27 orang. Selebihnya kemungkinan Buruh Harian Lepas (BHL).

Info sementara, para korban yang meninggal dunia bukan dikurung dalam pabrik. Tetapi, mereka terkurung karena pintu masuk rumah berada di belakang dan ledakan juga terjadi di bagian belakang. Akibatnya, para pekerja yang semuanya perempuan tidak bisa keluar.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait