Kementan Loloskan Tujuh Varietas Unggul Baru Padi

Kementerian Pertanian (Kementan) meloloskan tujuh calon varietas sebagai Varietas Unggul Baru (VUB) padi untuk disebarluaskan ke petani.
Image title
Oleh - Tim Publikasi Katadata
24 Januari 2019, 10:25
Basmati
Katadata

Bogor 22/1 - Kementerian Pertanian (Kementan) meloloskan tujuh calon varietas sebagai Varietas Unggul Baru (VUB) padi untuk disebarluaskan ke petani. VUB ini dipastikan menjadi faktor utama untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas, serta ekspor pangan khususnya beras nasional.

 

“Kami bersama Tim Penilai Pelepasan Varietas Tanaman Pangan memutuskan sebanyak tujuh galur harapan atau calon varietas dinyatakan lulus atau memenuhi syarat untuk segera diluncurkan” jelas Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Priatna Sasmita di Hotel Salak, Bogor 

 

Pada sidang sementara pelepasan calon varietas padi tersebut Priatna merinci varietas yang dinyatakan lulus terdiri lima varietas padi tipe khusus, dan dua varietas untuk lahan tadah hujan. Pertama adalah beras basmati bernama Baroma, Beras Panjang Beraroma yang bertekstur pera dengan potensi hasil 9,18 ton per hektar dan kadar amililosa 25,55 persen. Dibanding dengan basmanti asli India, tipe ini lebih tahan terhadap hama dan penyakit”. 

 

Kedua adalah beras merah aromatik bernama Pamera (Padi Merah Bearoma), memiliki teksur sedang dengan potensi hasil hinggal 11,33 ton per hektar. Ketiga,  padi beras merah bernama Panelen, yaitu padi merah bertekstur pulen dengan potensi hasil 11,91 ton hektar. 

 

Priatna menambahkan, Kementan juga menghasilkan varietas padi tipe khusus bernama “Jeliteng”, beras hitam dengan tekstur pulen memiliki potensi hasil 9,87 ton per hektar, dan varietas padi “Paketih”, padi ketan putih yang memiliki potensi hasil 9,46 ton per hektar.

 

Keragaman varietas baru menurut Priatna sangat berguna bagi pertanian. Varietas-varietas tersebut menjadi sumber daya genetik yang dapat jadi pilihan bagi petani, untuk menentukan varietas yang cocok di wilayahnya.

 

“Hari ini kita juga tetapkan dua calon varietas padi unggul baru tadah hujan dengan nama Inpari GSR Rainfed dan Kaligung, dan besok kita akan lanjutkan sidang untuk set usulan padi hibrida, potensi hasil tinggi dan padi fungsional” lanjut Priatna. 

 

Priatna mengatakan banyak pilihan varietas, memudahkan petani untuk melakukan pergiliran varietas. Semakin banyak varietas yang berdaya hasil tinggi dan adaptasinya luas, makin memudahkan diseminasi varietas. Terutama, untuk menunjang program pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait