Kementan Banjir Pujian dari Komisi IV DPR

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengapresiasi kinerja Menteri Andi Amran Sulaiman yang berhasil mengembangkan produksi beberapa pasokan pangan
Image title
22 Januari 2019, 12:09
Mentan
Katadata

Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhasil mengembangkan produksi cabai, bawang, kedelai, dan beberapa pasokan pangan lain, hingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

 

"Kami juga mengapresiasi perkembangan dan pertumbuhan korporasi pertanian selama ini. Yang jelas, kami tidak meragukan lagi kinerja Pak Menteri," ucap Edhy saat memimpin Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

 

Edhy juga mendukung upaya Kementan untuk tidak menggunakan data lahan yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sebagai basis penghitungan anggaran 2019. Menurut dia, tidak ada yang lebih memahami situasi lahan sawah, ketimbang Kementerian Pertanian sendiri.

 

"Yang kami takut nanti, kalau pakai data Kementerian ATR, pegawai Kementan sampai tingkat kabupaten tidak mau merealisasikan karena anggaran yang dipakai itu dianggap menyalahi," katanya.

 

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Kasriah juga mengapresiasi capaian sektor pertanian di bawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman. Menurut dia, Kementan sukses merealisasikan serapan APBN sebesar 24.038.534.197.000.00. Pujian juga datang dari  Anggota Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Endangdayani atas prestasi Kementan berhasil mendorong ekspor sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

 

"Menyampaikan banyak terimakasih dari para petani yang telah banyak menerima bantuan dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dalam empat tahun terakhir," kata anggota DPR dapil Jawa Tengah ini.

 

 

Komisi IV DPR menyetujui anggaran subsidi pupuk pada APBN 2019 mendatang sebesar Rp 29.503.224.800.000.00 atau setara dengan jumlah pupuk sebanyak 9.550.000 ton. DPR meminta Kementan agar memprioritaskan program program pengembangan komoditas strategis, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan lahan rawa, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan petani. Semua program itu diharapkan dapat terealisasi pada 2019.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam paparannya mengatakan keberhasilan Kementan menekan inflasi hingga melompati 12 negara dan mengubah pertanian tradisional menjadi lebih modern, adalah berkat kerja keras semua pihak, termasuk Komisi IV DPR RI.

 

"Tentu saja semua capaian-capaian kami berkat kerja keras bersama yang harus kita syukuri bersama. Bahwa dalam pelaksanaannya, kami terus berupaya membuka investasi serta meningkatkan PDB sampai kurang lebih 400 triliun. Kami juga berupaya meningkatkan  NTP serta NTUP agar petani kita terus sejahtera," katanya.

 

Menurut Amran, banyak Permentan yang dia cabut untuk memudahkan investasi. Di sisi lain, Kementan juga membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menciduk siapa saja yang berani bermain anggaran.

 

"Kami malah senang, dan minta KPK mengawasi Kementan. Jangan lupa, besok masih ada perusahaan yang akan kami blacklist. Mereka tidak boleh lagi terlibat di kementerian pertanian," katanya.

 

Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Fraksi Partai Getindra Edhy Prabowo, dihadiri Fraksi Parta Golkar Roem Kano, Fraksi Partai Demokrat Michael Watitimena, Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi, Fraksi PKB Daniel Johan dan sejumlah anggota lain dari perwakilan Provinsi.

 

Rapat bertujuan menetapkan pagu anggaran Kementan 2019 yang telah disahkan pada 2018 sebesar Rp21,8 triliun. Penetapan anggaran didasari oleh data luas lahan lama, sebelum ada pembaruan dari Kementerian ATR yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait