Mentan Minta Kemudahan Izin Ekspor Jagung

Badan Karantina Pertanian diminta segera membuka cabang untuk mempermudah pelayanan izin ekspor
Image title
Oleh
25 Juli 2018, 07:51
Ekspor Jagung
Katadata

Sulawesi Tengah--Kementerian Pertanian terus mendorong Kabupaten Tojo Una Una (Touna) Sulawesi Tengah menjadi salah satu sentra jagung untuk menggenjot ekspor nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Badan Karantina Pertanian segera membuka cabang untuk mempermudah pelayanan izin ekspor.

 

Sejak Januari 2018, Kabupaten Touna telah mengekspor jagung enam kali sebanyak 14.000 ton secara langsung ke Filipina melalui Pelabuhan Matangisi. Awal Juli lalu saja, dari pelabuhan tersebut ekspor jagung mencapai 3.900 ton dan direncanakan akan diekspor lagi sebanyak 5.000 ton pada Agustus nanti. Jumlah tersebut diperkirakan akan lebih besar jika tidak terkendala pengurusan perizinan perkarantinaan mengingat Badan Karantina Pertanian saat ini ada di Palu. Padahal jarak Kabupaten Touna dengan Palu cukup jauh.

 

"Kami perintahkan dalam satu minggu ini sudah bisa dilayani tanpa perlu perjalanan jauh-jauh hingga delapan jam ke Palu," kata Amran dalam lawatannya ke Desa Mantangisi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (24/7).

 

Potensi jagung di Tojo Una Una sangat bagus. Di samping ketersediaan lahan, masyarakatnya juga punya semangat menanam. Keberhasilan beberapa daerah seperti Sumbawa dan Dompu dalam meningkatkan produksi jagung dinilai bisa ditularkan ke Tojo Una Una. Di kabupaten ini produksi jagung pada 2017 mencapai 55 ribu ton. “Produksi jagung di Touna perlu terus didorong. Iklimnya cocok, kultur tanam masyarakatnya juga mendukung," kata Menteri Amran. "Kami juga mendorong perekonomian daerah berdasarkan keunggulan komparatifnya sehingga bisa menopang skala ekonomi.”

 

Harga jagung di Touna cukup stabil berkisar Rp3.200-3.300 per kg. Varietas yang ditanami adalah jagung hibrida yang bisa menghasilkan 8-10 ton per hektare (Ha). Hal tersebut didukung dengan besarnya jumlah Luas Tambah Tanam (LTT) jagung yakni 12.194 Ha pada 2017 atau sekitar 15 persen dari LTT jagung Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar 80.544 Ha.

 

Meskipun memiliki LTT jagung terbesar di Sulteng, Touna menargetkan LTT terus ditingkatkan menjadi 18.000 Ha. Ini untuk mengejar potensi yang ada, sekitar 75.000 Ha. Target Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) pada 2018 direncanakan sebesar 20.000 Ha dengan memaksimalkan lahan kering dan lahan tumpang sari dengan tanaman kelapa.

 

Untuk mencapai target tersebut Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan berupa benih, pupuk, tambahan lima buah traktor besar, alat panen, alat pengering, jalan usaha tani melalui dana alokasi khusus (DAK) dan lain lain. "Kami menambah jagungnya untuk 25 ribu Ha senilai Rp50 miliar," ungkap Amran.

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait