Kawasan Modasi, Surga Pengembangan Sayuran dan Bawang Putih

Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kawasan yang tergabung dalam kawasan ‘Modasi’ atau Modayak, Modoinding, dan Passi
Image title
Oleh
9 Juli 2018, 21:34
Kawasan Modasi
Katadata

Minahasa-- Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kawasan yang tergabung dalam kawasan ‘Modasi’ atau Modayak, Modoinding, dan Passi yang berada di lereng Gunung Soputan. Modasi terdiri atas Kecamatan Modayak (Kabupaten Bolaang Mongondow Timur), Kecamatan Modoinding (Kabupaten Minahasa Selatan), dan Kecamatan Passi (Kabupaten Bolaang Mongondow). Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Minahasa ini masih mewarisi potensi pertanian dari kabupaten induknya.

 

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara Novly Wowiling, kawasan Modasi sangat prospektif untuk pengembangan hortikultura, khususnya sayuran dengan potensi pengembangan mencapai 12.000  hektare (Ha).    Dengan potensi ini,  Sulawesi Utara siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura khususnya dalam mensukseskan Program Swasembada Bawang Putih Tahun 2021, seperti yang ditargetkan oleh Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman.

 

Kepala Dinas Pertanian Minahasa Selatan Frans Tilaar menambahkan, Kecamatan Modoinding merupakan penghasil utama kebutuhan sayuran di Kabupaten Minahasa Selatan. "Kawasan potensial di sini bisa mencapai 6.000 Ha.  Hampir 70 persen kebutuhan sayuran di Sulawesi Utara disuplai dari Modoinding,” ujarnya.

 

Tak mengherankan sejauh mata memandang, tersaji hamparan hijau lahan pertanian di areal perbukitan yang ditanami berbagai macam sayuran, seperti kentang, tomat, wortel, jagung, bawang daun, buncis, kubis, cabai, bawang merah dan sebagainya. “Layak jika kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pengembangan hortikultura,” kata Frans. 

 

Selain potensi sayuran tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di tepi Laut Sulawesi ini juga menyimpan potensi untuk pengembangan bawang putih, khususnya di Kecamatan Modoinding. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.100 - 1.400 meter di atas permukaan laut sangat cocok untuk pertanaman bawang putih, sehingga Kabupaten Minahasa Selatan didesain untuk menjadi lumbung bawang putih nasional, kata Frans. "Kami sangat mendukung program swasembada bawang putih Tahun 2021 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.”

Terlebih lagi didukung oleh kondisi geografis Minahasa Selatan yang sangat prospektif untuk pengembangan bawang putih. “Harapannya, Kawasan Modasi di Indonesia Bagian Tengah ini mampu menjadi penyangga bawang putih nasional,” ujarnya.

 

Renly Liow penyuluh pertanian Kecamatan Mondoinding mengatakan, petani hortikultura di wilayahnya sangat konsisten menjaga pola tanam sayuran seperti kubis,  bawang daun,  kacang merah dan jagung manis.  “Ketersediaan air cukup karena wilayah kami dikelilingi oleh Danau Moat  yang sumber airnya melimpah sehingga pertananam sayuran tersedia setiap saat.”

 

Hal senada diungkapkan oleh Hesry Walean,  Ketua Kelompok Tani Esa Genang Desa Sinisir Kecamatan Mondoinding.  Dia mengatakan kelompok tani siap menyiapkan lahan seluas 30 Ha untuk pertanaman bawang putih bekerja sama dengan importir wajib tanam. 

 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto mengatakan, selama tiga tahun terakhir Kementerian Pertanian membantu pengembangan kawasan sayuran dengan mengalokasikan dana APBN untuk lahan bawang putih seluas 35 Ha, cabai rawit 185 Ha, dan bawang merah 80 Ha.

 

Selain di Minahasa Selatan, APBN juga dialokasikan untuk  lahan cabai rawit seluas 130 Ha di Kawasan Modasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. “Swasembada bawang putih dapat terwujud jika ada kolaborasi antara pemerintah, petani, dan perusahaan yang mempunyai kewajiban tanam bawang putih,” kata Prihasto.”Kementerian Pertanian mendukung  bantuan sarana produksi dan pembinaan kepada kelompok tani.”

 

Dalam rangka memenuhi kewajiban tanam bawang putih, Kementerian Pertanian mengarahkan salah satu importir bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menanam bawang putih  seluas 400 Ha, dengan nilai investasi Rp24 miliar. Pengembangan komoditi bawang putih ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara investor dengan Bupati Tetty Paruntu beberapa waktu lalu yang disaksikan oleh Kementerian Pertanian, kata Prihasto.

 

Hal ini sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menargetkan swasembada bawang putih pada 2021. Dalam swasembada ini total lahan yang diperlukan seluas 80 ribu Ha untuk memenuhi kebutuhan nasional sebanyak 500 ribu ton per tahun. Sampai dengan saat ini Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) telah diterbitkan untuk 57 importir bawang putih yang telah melaksanakan wajib tanam.

 

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait