Pemerintah Akan Naikkan Harga Bahan Bakar Gas 29 Persen

Secara lisan pimpinan Menteri ESDM sudah setuju Sepanjang harganya kurang dari 60 persen harga Premium pasti masih menarik
Image title
Oleh
12 Agustus 2015, 12:13
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Pemerintah berencana melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar gas (BBG) sebesar 29 persen. dilakukan untuk meningkatkan margin keuntungan pengusaha, sehingga tertarik mengembangkan bahan bakar gas.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja mengatakan selama ini investor kurang begitu tertarik untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Sampai-sampai, pemerintah harus turun tangan untuk membangun infrastruktur BBG ini.

(Baca: Kementerian ESDM Minta Ditugaskan Membagikan Konverter Kit)

Minat investor sangat rendah dikarenakan selama ini pengusaha SPBG hanya mendapat keuntungan yang sangat kecil dari hasil penjualan BBG. Dengan harga gas di tingkat hulu sebesar US$ 4,72 per juta british thermal unit (MMBTU) dan harga BBG Rp 3.100 per liter setara premium, pengusaha masih untung. Namun keuntungan yang didapat sangat kecil.

Advertisement

Oleh karena itu, Pemerintah mengusulkan dilakukan penyesuaian sehingga keuntungan bagi pengusaha cukup besar dan dapat menarik mereka mengembangkan BBG. Dengan penyesuaian ini, harga BBG akan naik dari Rp 3.100 per liter setara premium (lsp) menjadi Rp 4.000 lsp.

(Baca: Pemerintah Targetkan Produksi 10 Ribu Kendaraan BBG Tahun Depan)

Wiratmaja mengatakan saat ini pihaknya tengah membuat surat keputusan untuk penyesuaian harga BBG ini. ?Secara lisan pimpinan (Menteri ESDM) sudah setuju. Sepanjang harganya kurang dari 60 persen harga Premium, pasti masih menarik,? kata Wiratmaja seperti dikutip dalam situs Kementerian ESDM, Selasa (11/8).

Sebelumnya, pengusaha SPBG memang sempat mengeluhkan soal harga jual BBG ini. Presiden Direktur PT Gagas Energi Indonesia Danny Praditya mengatakan harga keekonomian BBG saat ini adalah sebesar Rp 4.500 per lsp.

"Harga gas saat ini memang belum pada harga keekonomian. Kalau belum mencapai harga keekonomian, maka swasta belum akan tertarik ikut membangun SPBG," kata dia.

(Baca: Pengusaha Keluhkan Rendahnya Harga Jual Gas)

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait