Bangun Infrastruktur, Pertagas Siapkan US$ 10 Miliar

Tahun depan Pertagas sudah menyiapkan US 900 juta
Image title
Oleh
22 Oktober 2014, 17:50
Pipa Gas
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? PT Pertamina Gas (Pertagas) siapkan investasi US$ 10 miliar hingga 2019. Investasi ini akan dikeluarkan untuk membangun infrastruktur gas, diantaranya jaringan pipa, fasilitas pengolahan gas dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG).

Vice President Strategic Planning & Business Development Pertagas Thomas Suhartanto mengatakan investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek pipa Semarang-Gresik dan Sumatera (Sumatera Utara hingga Sumatera Selatan). Fasilitas unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (Floating Storage Regasification Unit/ FSRU) juga akan dibangun di Cilacap dan Semarang. (Baca: Tambahan Penerimaan Rp 126 Triliun dari Penjualan Gas untuk Domestik)

Selain itu, banyak juga proyek pembangunan infrastruktur lainya yang akan dibangun di Jawa Barat, Jawa Timur dan Indonesia Bagian Timur. Semuanya itu merupakan proyek jangka panjang Pertagas hingga lima tahun mendatang. (Baca: Peluang Bisnis dan Investasi Gas di Indonesia)

"Tahun depan, Pertagas sudah menyiapkan investasi sebesar US$ 900 juta untuk pembangunan pipa gas Gresik-Semarang," ujarnya di Jakarta, Rabu (22/10). 

Advertisement

Pembangunan pipa gas tersebut dilakukan selama dua tahun, dan dijadwalkan akan selesai pada 2016.  Proyek pipa sepanjang 267,22 kilometer rencananya akan dapat mengaliri gas sebesar 500 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/ mmscfd).

Thomas mengakui, meski sudah menyiapkan infrastruktur untuk kebutuhan gas dalam negeri, tetap saja belum bisa mencukupi permintaan gas yang terus meningkat. Makanya inisiatif jangka panjang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan tersebut, adalah dengan mengimpor gas dari Amerika Serikat pada 2019. (Baca: Kilang Bontang Kelebihan Produksi, Pasokan Gas Dalam Negeri Masih Kurang)

Menurut dia, impor gas menjadi alternatif yang dipilih karena kebutuhan dalam negeri meningkat tajam. "Oke kita punya cadangan gas 108 TSCF (triliun kaki kubik) terbukti ada, tapi kapan dikembangkannya?. Sementara kebutuhan industri terus meningkat signifikan," kata dia. 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait