Pertamina Akan Bangun Infrastruktur Untuk Serap Produksi Kilang Bontang

Supaya jangan ada kesan di dalam negeri disediakan LNGkoktidak diserap seluruhnya
Image title
Oleh
25 September 2014, 11:35
Pipa Gas
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) akan membangun infrastruktur untuk mendistribusikan gas dari kilang Bontang. Dengan pembangunan infrastruktur ini, Pertamina akan memasok kebutuhan gas alam (liquefied natural gas/LNG) berkapastitas 50 juta kaki standar kaki kubik per hari (mmscfd) ke dalam negeri. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan proyek pasokan LNG tersebut akan dikerjakan anak usaha Pertamina, PT Pertagas Niaga. "Belum bisa diberitahu (nilai investasinya), yang jelas sepenuhnya investasi dari Pertamina," ujarnya usai rapat pimpinan di kantornya, Jakarta, Kamis (25/9).

Rencananya, mini  LNG ini akan memasok kebutuhan gas untuk pembangkit listrik milik anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Indonesia Power di Bali. Makanya Pertamina juga akan membangun unit penyimpanan dan regasifikasi (land storage regasification unit/LSRU) di pelabuhan Benoa, Bali.

Dahlan mengatakan, proyek penyaluran LNG ini direncanakan sudah mulai beroperasi tahun depan. Namun, untuk membangun terminal penerimaan gas di darat memerlukan waktu lebih dari dua tahun.

Advertisement

"Sementara kami perlu LNG itu cepat. Karena itu, sementara kami sewa receiving terminal yang terapung di atas laut. Tapi sewanya cuma satu tahun sambil menunggu pembangunan yang di darat selesai," tuturnya.

Dalam rapat pimpinan itu juga, Dahlan memastikan alokasi LNG untuk PLN sudah terserap semua. Dia mengatakan, beberapa waktu ini timbul keluhan bahwa pasokan LNG yang sudah disiapkan tidak terserap sepenuhnya oleh PLN.

Makanya, Dahlan berencana akan meminta Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero untuk menyerapnya. "Supaya jangan ada kesan di dalam negeri disediakan LNG, kok tidak diserap seluruhnya," tuturnya. 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait