Pergantian Direksi BUMN Tunggu Komunikasi SBY-Jokowi

Jonan menolak jabatan Direktur Utama PLN karena khawatir rencana kerjanya akan berbeda dengan pemerintahan yang baru
Image title
Oleh
28 Agustus 2014, 11:55
dahlan iskan
KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pergantian direksi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis akan menunggu hasil pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, ada tiga BUMN yang akan segera melakukan pergantian direksi, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), dan PT Pertamina (Persero). Menurut dia, komunikasi keduanya diperlukan mengingat posisi ketiga BUMN tersebut yang strategis terhadap perekonomian Indonesia.

?Kita tunggu komunikasinya. Apa biar saja diangkat sekarang atau sekarang Plt (Pelaksana Tugas) saja, nanti pemerintahaan baru yang mengangkat, terserah,? tutur Dahlan di Jakarta, Kamis (28/8).

Dahlan mengaku, Ignasius Jonan menolak untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PLN. Pertimbangan Jonan, yang sekarang menjabat Direktur Utama PT Kereta Api  Indonesia (Persero) itu, karena dikhawatirkan rencana kerjanya akan berbeda dengan pemerintahan yang baru.

?Prinsipnya mau asal ada jaminan. Jangan-jangan terlanjur keluar dari Kereta Api, (dan) sudah masuk ke PLN, tetapi pemerintah baru terus mengganti,? ujarnya.

Dahlan sebelumnya pernah mengatakan, Direktur Utama PLN Nur Pamudji meminta agar pergantian dirinya dipercepat. Dahlan mengatakan, dia telah menyiapkan Jonan untuk memimpin PLN dan bahkan telah membahas kepindahan Jonan tersebut dengan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanujung.

Faktor yang sama juga, kata Dahlan, akan berlaku pada format direksi Pertamina dan Garuda Indonesia. Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina, akan mundur per 1 Oktober nanti. Sedangkan Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia, habis masa jabatannya.

?Ini semua sepaket. Semuanya kita akan tunggu komunikasi,? kata Dahlan.

Dia menyatakan, dirinya tidak akan mengambil langkah yang terlalu jauh terkait penentuan direksi baru hingga ada kejelasan sikap dari pemerintahan mendatang. Alhasil dinamika BUMN tersebut tidak terganggu dengan pergantian direksi.

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait