LCGC Menyumbang 13,52 Persen Penjualan Mobil

Penjualan LCGC tidak dipengaruhi olehfaktor subsidi melainkan karena pilihan permintaan
Image title
Oleh
25 Agustus 2014, 18:50
LCGC
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Kontribusi penjualan mobil murah irit bahan bakar (Low Cost Green Car/LCGC) mencapai 13,52 persen dari penjualan mobil di dalam negeri sebesar 733.716 unit pada tujuh bulan pertama tahun ini. Padahal LCGC baru mulai dipasarkan pada Oktober 2013, setelah pemerintah mengeluarkan aturan pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan jenis ini.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Noegardjito mengatakan penjualan LCGC pada tahun 2013 mencapai 51.180 unit, dan hingga Juli 2014 telah mencapai 99.235 unit. Hal ini menunjukkan bahwa respons mayarakat terhadap kendaraan ini cukup besar.

Melihat data tersebut, Noegardjito meyakini penjualan LCGC bisa terus meningkat, meski pemerintah mengurangi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia menilai penjualan LCGC tidak dipengaruhi oleh faktor subsidi, melainkan karena pilihan permintaan dari kendaraan tersebut.

"(Penjualan LCGC) Tergantung spesifikasi dan kesesuaian mobil bagi konsumen. Kayak di Jakarta itu penjualan LCGC tidak sampai 5 persen," ujar Noegardjito, kepada Katadata, Senin (25/8).

Gaikindo menilai kehadiran LCGC telah membuka ceruk segmen pasar baru bagi industri kendaraan bermotor, khususnya bagi konsumen kelas menengah ke bawah di Indonesia. Bahkan ada kemungkinan hadirnya LCGC menggerus pasar segmen mobil lain, seperti MPV dan City Car.

(Baca: Mobil Murah Diminati Konsumen Indonesia)

I Made Dana M. Tangkas, Director Corporate and External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan permintaan LCGC lebih banyak di dalam negeri dibandingkan ekspor. Bagi Toyota, produk LCGC menyumbang 41,84 persen total penjualan sepanjang Januari hingga Juli 2014.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait