Pengamat Sayangkan Pengunduran Diri Karen

Dugaan saya ada tekanan terutama dari dirinya yang sulit menghadapi situasi ini
Image title
Oleh
19 Agustus 2014, 18:09
Karen Agustiawan KATADATA|Agung Samosir
Karen Agustiawan KATADATA|Agung Samosir
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Pengunduran diri Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama Pertamina disayangkan banyak pihak. Tekanan yang dihadapi Karen diduga menjadi alasan mundurnya direktur utama wanita pertama di Pertamina itu.

Pengamat energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa menyayangkan pengunduran diri Karen di ujung pemerintahan yang tinggal beberapa bulan lagi. Pencapaian Karen di Pertamina jauh lebih baik dibanding pimpinan sebelumnya, meski masih dirasa kurang dari harapan. Iwa menduga pengunduran diri wanita yang berhasil membawa Pertamina masuk dalam daftar 500 besar perusahaan terkemuka di dunia versi Fortune itu terkait dengan sistem kerja perusahaan yang sulit dihadapi.

"Mafia migas ini seperti gas yang baunya terasa namun tidak kelihatan. Dugaan saya ada tekanan terutama dari dirinya yang sulit menghadapi situasi ini," ujarnya kepada Katadata, 19 Agustus 2014.

Pertamina ke depan membutuhkan sosok yang kuat dan mampu menghadapi berbagai situasi sulit tersebut. Koordinasi dengan pemerintah menjadi kunci utama Pertamina untuk meningkatkan pelayanan. "Dirut baru sebaiknya dari luar yang memiliki komitmen kuat, konsisten dan berani merombak manajemen Pertamina," kata Iwa. 

Direktur Eksekutif Center for Energy and Strategic Resources Indonesia (CESRI) Prima Mulyasari Agustini menilai selama enam tahun memimpin Pertamina, ia dianggap berani mengambil kebijakan. Diantaranya Pertamina berani melakukan ekspansi dengan mengakuisisi ladang minyak di luar negeri seperti Aljazair. 

Keputusan lainnya yaitu Karen berani menaikkan gas elpiji non subsidi 12 kg, yang mendapat tentangan dari pemerintah. Sikap itu menunjukkan profesionalisme bisnis, bukan sebuah sikap politis. Karena Pertamina tetap dituntut mendapatkan keuntungan meski berstatus BUMN. Menurut Prima sebagai Dirut Pertamina, Karen mengalami tekanan politik termasuk harus berhubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Karen Agustiwan efektif mundur mulai 1 Oktober 2014. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan pengunduran diri Karen telah disampaikan kepada seluruh komisaris perusahaan sejak 13 Agustus lalu. Ia menyatakan pengunduran diri Karen disebabkan alasan pribadi dan bukan bersifat politis. 

Petrus Lelyemin

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait