SKK Migas Puji Kinerja Pertamina di Bawah Karen Agustiawan

Kinerja Pertamina menunjukkan peningkatan seperti produksi minyak blok Offshore North West Java ONWJ
Image title
Oleh
18 Agustus 2014, 15:15
Karen Agustiawan KATADATA|Agung Samosir
Karen Agustiawan KATADATA|Agung Samosir
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memuji kinerja Karen Agustiawan ketika menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Kinerja Pertamina menunjukkan peningkatan seperti produksi minyak blok Offshore North West Java (ONWJ).

"Terutama kami yang mempunyai hubungan dengan industri hulu, kinerja anak usaha industri hulu sangat baik. Justru menunjukkan kenaikan seperti blok ONWJ," ujar Plt Kepala SKK Migas Johanes Wijanarko di Jakarta, Senin 18 Agustus 2014.

Produksi minyak ONWJ sendiri meningkat mencapai 43.900 barel per hari per Maret 2014, atau mencatatkan rekor produksi minyak harian tertinggi pada kuartal pertama 2014. Selain itu, Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore juga mencatat peningkatan produksi sebesar 21.155 barel per hari pada semester pertama 2014 atau tumbuh 64,3 persen pada periode yang sama tahun lalu sebesar 12.878 barel per hari. (Baca: Di Bawah Karen, Pertamina Masuk Jajaran Perusahaan Top Dunia )

Johanes juga memuji kordinasi antara SKK Migas dan Pertamina yang berjalan dengan baik. Ia sendiri belum mengetahui alasan mundurnya Karen dari Pertamina. "Tentu beliau (Karen) memiliki pertimbangan sendiri. Sejauh ini proyeksi pekerjaan kami dengan Bu Karen Positif," ujarnya.

Ia berharap pengganti Karen nantinya bisa bekerja sama antara industri hulu dan hilir. Ia mencontohkan bagimana mekanisme pekerjaan, semua produksi minyak dapat terserap dengan baik. Selain itu jadwal lifting dapat tercapai tepat waktu, kinerja hulu dan pengiriman minyak mentah baik. "Industri anak usaha yang bergerak di bidang hukum juga tidak ada masalah. Bagaimana upaya Pertamina semakin baik," ujarnya.

Karen mengundurkan diri dari jabatan Dirut Pertamina mulai 1 Oktober 2014. Menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan, sesudah mengudurkan diri, Karen ingin fokus mengurus keluarga dan mengajar di Harvard University.

Dahlan mengatakan Karen sebelumnya beberapa kali pernah mengajukan pengunduran diri dari jabatan puncak itu, namun Dahlan selalu menolak  permintaan tersebut. Namun kali ini Dahlan mengaku tak bisa menahan keinginan wanita pertama yang memimpin Pertamina itu. (Baca: Dirut Pertamina Karen Agustiawan Mundur per 1 Oktober 2014).

Ekonom UI Faisal Basri menduga agak ganjil jika alasan Karen mengundurkan diri karena ingin mengajar di Harvard University. Dia menduga pasti ada sesuatu mengapa Karen ingin mengundurkan diri. "Jadi ada sesuatu yang terjadi yang membuat dia tidak tahan lagi," ujarnya.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait