Jero : Jika Ingin Beli Solar Murah Jangan di Jakarta Pusat

Organda tidak usah mogok Tidak usah resah ada BBM subsidi di tempat lain tidak gawat ini kata Jero
Image title
Oleh
5 Agustus 2014, 13:45
jero-wacik-menteri-esdm.jpg
KATADATA

KATADATA ? Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menghimbau Organisasi Angkutan Darat (Organda) tidak panik menghadapi pembatasan konsumsi solar bersubsidi di Jakarta Pusat yang berlaku sejak 1 Agustus ini. Menurutnya angkutan umum seperti bus masih bisa mengisi solar bersubsidi di luar daerah Jakarta Pusat.

"Organda tidak usah mogok. Jika mau beli solar murah, sopir-sopir jangan beli di Jakarta Pusat. Tidak usah resah, ada BBM subsidi di tempat lain, tidak gawat ini," ujar Jero di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 5 Agustus 2014.

Mulai 1 Agustus 2014, soal bersubsidi tidak lagi dijual di Jakarta Pusat. Terdapat 26 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta Pusat. Kebijakan itu merupakan bentuk pengendalian konsumsi BBM. Kebijakan itu akan dilanjutkan dengan mengatur penjadwalan penjualan solar subsidi dan menghilangkan penjualan premium di jalan tol.

Jero mengatakan adanya pembatasan itu bukan berarti akan terjadi kelangkaan. Menurutnya subsidi BBM tetap ada, namun hanya di tempat tertentu saja. "Masyarakat seharusnya tidak resah, tenang saja. Stok BBM subsidi banyak," ujarnya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menambahkan ketakutan Organda terhadap pengendalian solar subsidi ini berlebihan. Seharusnya kebijakan itu tidak memberikan dampak terhadap kemungkinkan menaikkan ongkos transportasi umum. "Sebenarnya ini bukan membatasi karena tidak langka, tetapi mengendalikan agar kuota subsidi BBM 46 juta kiloliter jangan jebol," ujarnya.

Pembatasan subsidi BBM itu, lanjutnya, dilakukan di Jakarta Pusat karena di daerah tersebut lebih banyak dihuni masyarakat kelas menengah ke atas. Sehingga tak seharusnya subsidi BBM dinikmati golongan tersebut. "Pusat transportasi seperti di Kalideres, Pulo Gadung, Lebak Bulus, tidak ada di Jakarta Pusat," tutur Andy.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait