Kinerja Freeport Indonesia Semester I-2014 Belum Optimal

Produksi tembaga Freeport Indonesia pada semester I2014 turun 268 persen
Image title
Oleh
4 Agustus 2014, 09:27
tambang freeport
www.npr.org
www.ptfi.co.id

KATADATA ? Kinerja PT Freeport Indonesia pada semester I-2014 belum berjalan optimal, lantaran belum mendapatkan izin ekspor mineral dari pemerintah. Produksi tembaganya hanya 262 juta pound, turun 26,8 persen dibandingkan semester I-2013. Sementara produksi emasnya naik 2 persen, menjadi 350.000 ounce.

Berdasarkan laporan Freeport McMoran, jika produksi tidak kunjung normal dalam waktu tertentu, maka dipastikan Freeport akan menerapkan rencana pengurangan biaya, modal kerja, dan tenaga kerja. Pasalnya, jika pada Agustus 2014 nanti Freeport tidak bisa mulai kembali ekspor, maka akan berdampak adanya penangguhan produksi sebesar 50 juta pound tembaga dan 80.000 ounce emas setiap bulannya.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B Sutjipto mengatakan produksi Freeport Indonesia akan bisa berjalan normal pada bulan ini. Pihaknya dan pemerintah Indonesia sudah mencapai kesepakatan renegosiasi kontrak karya. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) amendemen kontrak pertambangan pada akhir Juli lalu.

Kementerian ESDM, kata Roziq, juga sudah mengirimkan rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) ke Kementerian Perdagangan. "Kalau ekspor dimulai maka produksi akan normal kembali. Yang penting itu jangan lagi ada pemutusan hubungan kerja, gejolak sosial," ujarnya seperti dikutip harian Investor Daily, Senin (4/8).

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait