Renegosiasi Semua Kontrak Tambang Selesai September

Dari 107 kontrak tambang baru 40 yang sudah selesai renegosiasi
Image title
Oleh
7 Juli 2014, 17:52
Chairul Tanjung KATADATA | Arief Kamaludin
Chairul Tanjung KATADATA | Arief Kamaludin
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pemerintah akan mempercepat penyelesaian renegosiasi kontrak karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Targetnya hingga September 2014, semua kontrak tersebut sudah rampung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan saat ini terdapat 111 KK dan PKP2B yang terdaftar di pemerintah. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya sudah tidak berlaku. Sementara dua lainnya bermasalah, yakni masalah tumpang tindih izin usaha produksi (IUP) dan masalah pemegang saham.  

"Sehingga total ada 107 perusahaan yang harus direnegosiasi kontraknya," ujarnya, usai rapat koordinasi mineral dan batu bara, di kantornya, Jakarta, Senin (7/7).

Menurut Chairul, dari 107 KK dan PKP2B yang masuk dalam pembahasan renegosiasi, 40 diantaranya (7Perusahaan KK mineral dan 33 perusahaan PKP2B) sudah menyelesaikan renegosiasi. Sementara sisanya 67 KK maupun PKP2B masih belum menyepakati sebagian poin dan masih dalam tahap renegosiasi. 

Advertisement

Seperti diketahui, pemerintah menawarkan enam poin renegosiasi kontrak karya pada perusahaan tambang di Indonesia. Enam poin tersebut mencakup luas wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan negara termasuk royalti, dan kewajiban membangun pengolahan dan pemurnian dalam negeri. Kemudian kewajiban divestasi saham dan kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal, barang, serta jasa pertambangan dalam negeri.

Salahsatu renegosiasi yang sudah mencapai kesepakatan  yaitu  PT Freeport Indonesia. Kesepakatan itu diperoleh setelah Freeport menyetujui besaran royalti 3,75 persen dan melepas 30 persen sahamnya.

"Renegosiasi akan segera diselesaikan dalam bentuk penandatanganan. Tetapi sebelum penandatanganan, hal ini akan dibawa dalam sidang kabinet untuk dimintai persetujuan," kata Chairul.
 

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait