Pertamina Tambah Volume Impor Gas Dari Cheniere 760.000 ton

Penambahan ini menggenapi kontrak impor Pertamina dari Cheniere Energy Inc menjadi 152 juta ton
Image title
Oleh
2 Juli 2014, 13:22
LPG Pertamina KATADATA | Donang Wahyu
LPG Pertamina KATADATA | Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) melakukan penambahan volume impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebesar 760.000 ton dari Amerika Serikat. Penambahan ini menggenapi kontrak impor Pertamina dengan grup perusahaan yang sama, yakni  Cheniere Energy Inc, menjadi 1,52 juta ton.

Pada 4 Desember 2013, Pertamina menandatangani perjanjian jual beli dengan Cheniere, sebanyak 760.000 selama 20 tahun, mulai 2019. Kemudian, 1 Juli 2014, Pertamina kembali menandatangani perjanjian jual beli kedua, dengan Corpus Christi Liquefaction, LLC, yang merupakan anak perusahaan dari Cheniere Energy.

 Direktur Gas Pertamina Hari Karyulianto, dalam keterangannya mengatakan perjanjian jual beli LNG jangka panjang ini, menunjukkan komitmen kuat Pertamina dalam memperoleh kepastian pasokan LNG untuk proyek-proyek infrastruktur LNG perusahaan. ?Perjanjian ini konsisten dengan strategi Pertamina untuk mendominasi pasar LNG dan menangkap peluang pertumbuhan permintaan gas di Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, utamanya di sektor ketenagalistrikan dan industri,? ujar Hari.

Dalam perjanjian tersebut, harga pembelian mengacu pada harga indeks bulanan Henry Hub ditambah komponen tetap. Sementara pengirimannya dilakukan menggunakan kapal tanker LNG milik Pertamina.

Permintaan gas di Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 4,8 persen per tahun antara 2015 hingga 2025. Pertumbuhan permintaan tersebut tentunya didukung ketersediaan infrastruktur, khususnya pipa transmisi dan distribusi gas dan juga terminal regasifikasi. Oleh karena itu, Pertamina secara bertahap perlu melakukan perubahan orientasi bisnis LNG/gasnya untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan tetap menjaga volume ekspor yang sudah terkontrak.

Makanya Pertamina memang sudah merencanakan untuk melakukan impor LNG sebanyak 2 juta ton untuk mengatasi defisit yang akan terjadi pada 2019. Pertamina belum mendapat tambahan alokasi gas untuk diproses di terminal dan fasilitas regasifikasi Arun yang sedang diselesaikan pengerjaannya.

Sesuai rencana, LNG impor ini akan didapat dari Amerika dan Afrika. Jika saat ini Pertamina sudah mendapat 1,52 juta ton LNG dari Amerika, berarti tinggal mencari sisanya sebesar 480.000 ton lagi dari Afrika.

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait