Pelindo: Pemerintah Harus Berani Ambil Inisiatif Tol Laut

Image title
Oleh
26 Juni 2014, 18:57
pelabuhan.jpg
KATADATA/ Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Pemerintah harus berani mengambil inisiatif membangun jalan tol laut untuk mengurangi biaya logistik barang karena ada konektivitas antar pulau di Indonesia. Menurut Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino ide tersebut bisa dilaksanakan, bahkan diselesaikan dalam waktu dua tahun.

Menurutnya banyak kalangan tak setuju dengan rencana ini karena biaya yang lebih mahal. Karena pemerataan industri hanya di Pulau Jawa, sehingga tak ada muat balik kapal.

Konsep tol laut yang kembali ramai dibicarakan karena diusung calon presiden Joko Widodo ini sebenarnya telah digagas oleh Pelindo II yang dikenal dengan Pendulum Nusantara. Menurut RJ Lino, tingginya biaya logistik bukan pada ongkos transportasi tetapi karena tak ada kepastian yang membuat biaya terus bertambah.

"Karena tidak ada kepastian, sehinga harga barang semuanya bertambah biaya tambahan itu," ujarnya di kantor Pelindo II Tanjung Priuk, Jakarta, Kamis (26/6).

Ketidakpastian yang dimaksud adalah kedatangan kapal tidak bisa dipastikan karena tidak ada konektivitas. Misalnya industri sudah menargetkan pengiriman logistik selama dua hari, namun ternyata bisa memakan waktu 40 hari. Agar tak mengambil risiko, industri biasanya menambah biaya-biaya yang besarnya melebihi biaya logistik.

Terkait tidak adanya pemerataan industri yang sering menjadi hambatan, menurut Lino jika sudah ada konektivitas maka dengan sendirinya investor akan datang untuk mengembangkan industri bahkan di luar Pulau Jawa. Ia mencontohkan jika di Papua ada kepastian adanya kapal yang masuk maka investor akan membangun industri di sana. "Jika tidak ada kepastian maka investor tidak mau," ujarnya.

Dari sisi pendanaan, pemerintah tak harus menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), tetapi bisa melalui tender. Adanya konektivitas dan biaya yang murah tentunya akan menjadi daya tarik bagi investor.

Seperti diketahui capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla mengusung konsep tol laut dalam programnya ke depan. Ini merupakan sistem pelayaran menggunakan kapal besar yang setiap hari berkeliling di pelabuhan-pelabuhan laut dalam atau deep sea port dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, diharapkan ongkos logistik akan lebih murah dan harga barang pun akan lebih murah.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait