Produksi Sektor Manufaktur Melambat

Image title
Oleh
26 Juni 2014, 11:06
Manufaktur
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Sektor industri manufaktur semakin merasakan dampak dari rendahnya pertumbuhan ekspor, pelemahan rupiah, ketidkpastian bisnis dan penurunan permintaan dalam negeri. Dampaknya, penggunaan kapasitas terpasang pabrik mulai menurun.

Staf Khusus Menteri Perindustrian Erna Zetta mengatakan industri pionir yang selama ini menjadi tulang punggung penyerap investasi kakap seperti besi baja dan petrokimia mulai lunglai. Produksi dua industri ini cukup rendah sejak tahun lalu.

Tingkat penggunaan kapasitas terpasang (utilisasi) produksi baja hanya 60-65 persen dari total kapasitas 10 juta ton. Padahal konsumsi baja nasional mencapai 12 juta ton tahun ini. Sementara utilisasi industri petrokimia hanya di bawah 60 persen.

Industri pionir lainnya, seperti industri permesinan juga masih lemah. Erna mencontohkan, kebutuhan alat berat mencapai 14.000 unit, tapi industri nasional hanya memproduksi 7.000 unit. Karena pasarnya lebih banyak diisi produk impor.

Menurutnya, ketika ekspor tidak berkembang dan pasar dalam negeri juga tidak bisa menyerap maksimal hasil produksi, utilisasi pabrik akhirnya akan terkikis. ?(Rendahnya utilisasi) membuat Pak Menteri (MS Hidayat) telah menurunkan target pertumbuhan industri 2014, menjadi 6,15 persen dari posisi 6,4-6,8 persen. Selain pelemahan ekspor, tren investasi juga tidak berkembang,? ujarnya, seperti dikutip harian Bisnis Indonesia, Kamis (26/6). 

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait