Target Industri Baja Sulit Tercapai

Sepanjang tahun ini hanya ada dua komitmen investasi yang benarbenar berjalan selebihnya hanya penjajakan saja
Image title
Oleh
26 Juni 2014, 09:43
2014-05-07-03.jpg
KATADATA/
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Asosiasi Industri Baja Indonesia (Indonesia Iron and Steel Industry Association/IISIA) meragukan target pertumbuhan investasi dan pertumbuhan industri baja tahun ini akan tercapai. Hal ini lantaran banyaknya masalah yang menghambat pertumbuhan tersebut.

Ismail Mandry Co-Chairperson IISIA mengatakan beberapa masalah yang menjadi penghambat target pertumbuhan industri dan investasi tahun ini, diantaranya kenaikan tarif listrik, Pemilu yang membuat iklim usaha tak pasti, hingga tingginya impor baja boron. ?Apalagi rupiah melemah, kinerja manurun. Investasi tentu sulit,? ujarnya, seperti dikutip harian Bisnis Indonesia, Kamis (26/6).

IISIA tahun ini menargetkan pertumbuhan investasi industri baja sebesar 10-13 persen. Namun, sepanjang tahun ini hanya ada dua komitmen investasi yang benar-benar berjalan, selebihnya hanya penjajakan saja.

Dua perusahaan tersebut adalah PT Gahapi Nisco Indonesia yang berinvestasi senilai US$ 100 juta, dan PT Resteel Industry Indonesia senilai US$ 500 juta. Sementara perusahaan lainnya, seperti Wuhan Iron and Steel Group, perusahaan baja terbesar keempat di China, baru melakukan penjajakan untuk investasi senilai US$ 5 miliar. Belum tahu kapan direalisasikan investasinya.

Selain investasi, target pertumbuhan industri baja sebesar 7-8 persen pun sulit tercapai. Menurut Ismail, kemungkinan besar, pertumbuhan industri baja tahun ini hanya mencapai 5 persen.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait