Tahun Ini Jumlah SPBG Ditargetkan Naik Dua Kali Lipat

Image title
Oleh
24 Juni 2014, 19:02
SPBG KATADATA | Donang Wahyu
SPBG KATADATA | Donang Wahyu
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Pemerintah menargetkan jumlah stasiun bahan bakar gas (SPBG) di Indonesia tahun ini dapat mencapai 71 unit. Sementara untuk unit pengisian bahan bakar gas bergerak (mobile refueling unit/MRU) ditargetkan dapat mencapai 13 unit. Hingga tahun lalu, telah berhasil dibangun 32 SPBG dan 6 MRU.

Kepala Sub Direktorat Pengangkutan Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Isnaini mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan pemanfaatan gas untuk transportasi. Hal ini dilakukan salah satunya dengan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas.

Untuk itu, tahun ini dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah akan membangun 10 SPBG dan 4 MRU di Jabodetabek dan 4 SPBG di Semarang. "Selain itu, di Jawa Barat juga akan dibangun mini LNG plant (pabrik pengolahan gas alam cair skala kecil) dan  stasiun LCNG (liquefied to compressed natural gas)," ujarnya, dalam laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (24/6).

Pembangunan infrastruktur gas juga dilakukan dengan dana swasta melalui PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Pertamina akan membangun sebanyak 10 SPBG dan 3 MRU yang seluruhnya berlokasi di Jabodetabek. Sedangkan Perusahaan Gas Negara (PGN) akan membangun  6 SPBG di Jabodetabek, 2 SPBG di Jawa Timur dan 1 SPBG di Riau.

Untuk mendukung peningkatan infrastruktur tersebut, pemerintah akan menambah volume gas yang dibutuhkan. Seiring dengan dibangunnya SPBG dan MRU tersebut, dibutuhkan pasokan gas sekitar 7,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk PGN dan 5,68 mmscfd untuk Pertamina.

Program konversi BBM ke bahan bakar gas merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk menekan konsumsi BBM yang terus meningkat. Sebagai gambaran, konsumsi BBM bersubsidi pada 2011 mencapai 41,7 juta kilo liter (KL), tahun 2012 mencapai 45 juta KL dan tahun 2013 mencapai 46, 25 juta KL. Untuk tahun 2014, dalam APBN-P 2014 volume BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 46 juta KL atau turun 2 juta KL dari APBN 2014. 

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait