Dwi Aneka Targetkan Rp 475 Miliar dari IPO

PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo perusahaan produsen kemasan kardus menargetkan dapat memperoleh dana Rp 475 miliar dari penawaran saham perdana atauInitial Public OfferingIPO Perseroan akan melepas 1 miliar lembar saham pada h
Image title
Oleh
14 April 2014, 00:00
3438.jpg
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo, perusahaan produsen kemasan kardus, menargetkan dapat memperoleh dana Rp 475 miliar dari penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan akan melepas 1 miliar lembar saham pada harga Rp 425-475 per saham.

"Kami to the point kepada investor dengan harga saham Rp 425-475 per saham. Sebanyak-banyaknya Rp 475 miliar,? kata Andreas Chaiyadi Karwandi, Direktur Utama Dwi Aneka Jaya Kemasindo, saat paparan publik di Jakarta, Senin (14/4).

Dalam prospektusnya, perseroan berencana melepas 40 persen sahamnya ke publik. Dari dana hasil IPO tersebut, 60 persen akan dipakai untuk modal kerja, yakni pembelian bahan baku kertas, pembiayaan piutang perusahaan, serta bahan baku penunjang lainnya seperti tinta, tapioka, dan lem.

Sementara sisanya dipakai untuk belanja modal membeli mesin-mesin baru. ?Saat ini sudah deal dengan beberapa perusahaan besar yakni Hyderbrid dan CPA,? kata Witjaksono, Direktur Keuangan Dwi Aneka.

Advertisement

Menurutnya, dana IPO ini akan cukup membiayai dana belanja modal (capital expenditure/capex) selama dua tahun. Saat ini, total capex perseroan mencapai Rp 490 miliar dan sudah digunakan sebesar Rp 150 miliar pada tahun lalu.

Dengan adanya tambahan dana dari IPO, Witjaksono, mengatakan produksi bisa naik dua kali lipat. Saat ini, kapasitas produksi dua produk utama yakni kemasan offset printing mencapai 36 ribu ton per tahun, dan corrugated carton 48 ribu ton per tahun.

Dalam penerbitan saham perdana ini, Dwi Aneka dibantu oleh PT Valbury Asia Securities dan PT Sucorinvest Central Gani sebagai penjamin emisi. Adapun masa penawaran umum berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2014.

Per Oktober 2013, penjualan bersih Dwi Aneka sebesar Rp 412 miliar, laba bersih sebesar Rp 53 miliar. Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih akan naik menjadi Rp 70 miliar.  

Sektor yang memberikan kontribusi paling besar yakni makanan dan minuman, telekomunikasi, dan kosmetik. Sedangkan sektor lain yang menjadi andalan adalah kimia, peralatan rumah tangga, farmasi, keramik, dan suku cadang kendaraan.

Mayoritas pemintaan berasal dari pasar domestik. Namun, Witjaksono mengatakan, perusahaan sedang mengembangkan pasar ekspor. "Sekarang ke Australia untuk pembungkus pizza. Ke depan kita akan kembangkan untuk pasar ekspor," tuturnya.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
    Video Pilihan

    Artikel Terkait