Target Omzet Ritel Tahun Ini Rp 162,8 Triliun

Pengusaha ritel memperkirakan penjualan ritel tahun ini mencapai Rp 1628 triliun Angka penjualan ini meningkat 10 persen dibandingkan nilai penjualan tahun lalu sebesar Rp 148 triliunWakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indones
Image title
Oleh
11 April 2014, 00:00
3412.jpg
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Pengusaha ritel memperkirakan penjualan ritel tahun ini mencapai Rp 162,8 triliun. Angka penjualan ini meningkat 10 persen dibandingkan nilai penjualan tahun lalu sebesar Rp 148 triliun.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan penjualan ritel berada di sekitar angka 10%. Tahun lalu, penjualan ritel tumbuh 9,6 persen. Makanya tahun ini pun Aprindo memperkirakan pertumbuhannya sekitar 10 persen.

?Perkiraan kami, pertumbuhannya sekitar 10 persen. Karena pemerintah sudah mematok pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, berarti peredaran uang pun dibatasi tidak bisa lebih,? ujar Tutum kepada Katadata, Jumat (11/4).

Menurutnya, momentum kampanye menjelang pemilihan umum (Pemilu) hanya sedikit pengaruhnya terhadap penjualan ritel. Momentum pemilu mungkin akan menambah penjualan, tapi pertumbuhannya masih kecil. Puncak penjualan masih tetap terjadi pada hari raya dan periode anak masuk sekolah.

Advertisement

Pertumbuhan penjualan tahun ini bisa sedikit lebih tinggi dari tahun lalu, tapi bukan hanya karena momentum pemilu. Pertumbuhan penjualannya bisa sedikit di atas 10 persen tahun ini, seiring dengan panambahan jumlah ritel baru. ?Tapi masih di kisaran 10 persen itu,? ujarnya.

Selama ini, kata Tutum, kontribusi penjualan produk ritel masih imbang antara food (makanan dan minuman) dan nonfood (elektronik, pakaian, peralatan rumah tangga, dan lain-lain).

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait