Indonesia Akan Tegas Jika Klausul Ditolak Korea

Indonesia akan bersikap tegas menolak sejumlah keinginan Korea Selatan bila klausul investasi yang diusulkan pemerintah tidak diakomodasi dengan baik oleh Korea Selatan dalam perundingan IndonesiaKorea Comprehensive Economic Partnership
Image title
Oleh
10 April 2014, 00:00
3384.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Indonesia akan bersikap tegas menolak sejumlah keinginan Korea Selatan, bila klausul investasi yang diusulkan pemerintah tidak diakomodasi dengan baik oleh Korea Selatan dalam perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership  Agreement (IK-CEPA).

Dalam perjalanan perundingan perjanjian kerjasama tersebut, Korea Selatan hanya menyepakati klausul perdagangan atau penurunan tarif. Namun, Indonesia tetap meminta klausul investasi ditambahkan dalam perjanjian tersebut.

Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan hingga pertemuan ke-7 dengan pihak Korea Selatan, belum ada posisi yang signifikan. Korea masih bersikukuh tidak memberikan akses investasi dalam perjanjian. ?Jadi kalau memang mereka (Korea) tidak mau memberikan akses investasi, kami juga akan memberikan (komitmen) minimal atau yang bisa kami kasih,? ujar Agus, yang dikutip Bisnis Indonesia (10/4).

Menurut Agus, jika perjanjian tersebut hanya memasukan klausul perdagangan atau tarif, hal tersebut belum bisa menguntungkan kedua belah pihak. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini Korea sudah membuka 376 pos tarif dan Indonesia membuka 226 pos tarif.

Advertisement

Masalahnya pada 2013, neraca perdagangan Indonesia-Korea mulai menurun dan hampir defisit. Pada 2012, surplus perdagangan Indonesia-Korea mencapai US$3,07 miliar, kemudian turun pada 2013 menjadi US$0,17 miliar. Penurunan ini karena ekspor yang menurun drastis dari US$15,04 miliar pada 2012, menjadi US$11,42 miliar pada 2013.

Melihat hal ini, makanya Indonesia tetap memperjuangkan agar bukan hanya klausul perdagangan yang dimasukan dalam perjanjian. Investasi pun merupakan hal yang penting bagi perjanjian kerjasama tersebut. Karena jika hanya perdagangan, maka Indonesia hanya akan menjadi pasar empuk bagi produk Korea.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait