Bukit Asam Bagikan Dividen Hingga 55 Persen

PT Bukit Asam Tbk PTBA membagikan dividen senilai Rp 1 triliun atau Rp 46197 per lembar saham Dividen ini diambil 55 persen dari total laba bersih perseroan sebesar Rp 183 triliun pada 2013Dividen untuk pemerintah sendiri sebesar
Image title
Oleh
27 Maret 2014, 00:00
3234.jpg
KATADATA | Donang Wahyu
KATADATA | Bernard Chaniago

KATADATA ? PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen senilai Rp 1 triliun atau Rp 461,97 per lembar saham. Dividen ini diambil 55 persen dari total laba bersih perseroan sebesar Rp 1,83 triliun pada 2013.

Dividen untuk pemerintah sendiri sebesar Rp 692 miliar. Dividen akan dibagikan pada 2 Mei 2014, dan dicairkan 16 Mei mendatang.

Direktur Utama Bukit Asam Milawarma mengatakan porsi dividen ini termasuk besar dan cukup berisiko dengan kondisi harga batubara yang turun. Namun perseroan sudah mempertimbangkan sumber pendanaan lain untuk memenuhi belanja modal tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 3 triliun. Saat ini perseroan masih memiliki dana internal sebesar Rp 3,5 triliun. "Selain itu kami masih punya dana buyback saham sekitar Rp 1,9 triliun, sehingga total dana perseroan sekitar Rp 5,5 triliun" ujarnya sesudah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014.

PTBA menargetkan volume penjualan batubara di 2014 sebesar 24,72 ton atau 37 persen lebih tinggi dibanding 2013. Untuk target produksi batu bara sendiri sebesar 19,8 juta ton tahun ini. Milawarma menambahkan dengan kondisi harga komoditas yang menurun, perseroan berusaha menggenjot ekspor batu bara berkalori tinggi sehingga yang dijual tak lagi bahan mentah melainkan sudah menjadi energi. "Kami sudah punya antisipasi briket, batubara menjadi listrik, sehingga yang dijual bukan komoditas," tuturnya.

Advertisement

Perusahaan plat merah itu juga berniat meningkatkan nilai tambah dari produk utamanya seperti proyek PLTU di Banko Barat, Tanjung Enim dengan kapasitas pembangkit 3x10 Mega Watt (MW) dan PLTU Tarahan 2x8 MW. Kelebihan hasil produksi kedua pembangkit itu dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Perseroan juga tengah bekerjasama dengan PT Pupuk Sriwijaya untuk proses gasifikasi. Proyek ini masih dalam studi pra-kelaikan. "Kami harap studi kelaikan komerial cepat selesai dan segera kami eksekusi," kata dia.

Tahun ini PTBA akan membangun PLTU di Vietnam yang bermuatan 2 x 100 MW yang bisa ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2x200 MW. Proyek dengan investasi US$ 200-300 juta itu ditargetkan rampung 2015.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait