Penjualan Semen Juni, Kado Sebelum Lebaran

Penjualan semen Indonesia tercatat 49 juta ton di bulan Juni 2013 atau naik 92 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 45 juta tonPenjualan semen di Sumatra yang tumbuh negatif 4 persen YoY pada Mei 2013 kini berhasil memb
Image title
Oleh
23 Juli 2013, 00:00
smn.jpg
KATADATA | Arief Kamaludin
Aliran air Muara Kanau yang di bendung untuk menggerakan turbin

KATADATA ? Penjualan semen Indonesia tercatat 4,9 juta ton di bulan Juni 2013, atau naik 9,2 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 4,5 juta ton. 

Penjualan semen di Sumatra yang tumbuh negatif 4 persen (YoY) pada Mei 2013, kini berhasil membukukan pertumbuhan positif, naik sebesar 13 persen (YoY), pada Juni 2013,. Hal ini terutama didukung permintaan yang kuat di Riau (tumbuh 52,3 persen) dan Sumatera Selatan (tumbuh 47,4 persen) pada periode yang sama.

Sedangkan, pertumbuhan konsumsi semen di Jawa terus mengalami percepatan, dari 5,3 persen pada Mei menjadi 6,8 persen pada Juni 2013. Sulawesi juga mencatat pertumbuhan kuat: naik 12 persen pada Mei 2013 dan melonjak menjadi 32,2 persen (YoY) pada Juni. 

Namun, perlu diingat bahwa konsumsi semen pada Juli diperkirakan dapat menurun sekitar 18,5 persen (MoM) dibandingkan Mei atau lebih rendah 2,1 persen dibandingkan tahun lalu, sebagai akibat dari masa bulan puasa (tahun lalu, bulan Puasa terjadi pada Agustus). Namun, jika kita menggunakan perbandingan yang sama, permintaan semen domestik pada bulan puasa tahun ini (Juli 2013) ternyata masih tetap lebih tinggi sekitar 8,9 persen dibandingkan dengan permintaan pada bulan puasa tahun lalu (Agustus 2012).

Advertisement

Dari sisi penjualan semen ekspor, pencapaian pada Juni 2013 mengalami lonjakan 11 kali lipat menjadi 22 ribu ton. Secara keseluruhan penjualan ekspor semester I/2013 tumbuh 1,8 persen menjadi 151 ribu ton (YoY).

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 170,4 persen ke 90 ribu ton, pada semester I/2013. Ini tidak mengkhawatirkan karena jumlah tersebut hanya 0,7 persen dari total volume penjualan perusahaan. Sedangkan, penjualan ekspor PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan Holcim Indonesia Tbk (SMCB) justru tumbuh negatif masing-masing 86,1 persen dan 100 persen mengingat kapasitas utilisasi mereka yang melebihi 95 persen.

(Catatan: penjualan ekspor yang lebih tinggi akan menghasilkan margin lebih rendah, karena harga ekspor hampir separuh harga domestik).

Secara kompetisi, pangsa pasar SMGR terus meningkat menjadi 43,2 persen atau naik 3,8 persen pada Juni 2013. Tahun lalu pangsa pasar SMGR hanya berada di 39,6 persen. Di sisi lain, INTP dan SMCB yang justru mengalami penurunan. Untuk INTP, pangsa pasarnya di  Juni 2013 mencapai 30,8 persen atau turun 2,1 persen dibanding Juni 2012 sebesar 32,9 persen. Sedangkan pangsa pasar SMCB pada Juni 2013 mencapai 14,8 persen, atau turun 1,6 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu sebesar 16,4 persen.

Kami masih memiliki pandangan yang positif terhadap sektor dan merekomendasikan BELI untuk semua saham semen di Indonesia dengan target harga SMGR, INTP, dan SMCB masing-masing di Rp 21.000, Rp 30.400, Rp 3.200 per lembar saham.

Dari sisi kinerja, pertumbuhan pendapatan SMGR tahun ini diperkirakan naik 21,9 persen menjadi Rp 23,9 triliun. Emiten yang dulunya bernama Semen Gresik ini membukukan pendapatan Rp 19,6 triliun pada tahun lalu. Perkiraan perolehan laba bersih sebesar Rp 5,7 triliun tahun ini, atau naik 17,5 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 4,8 triliun.

Untuk pendapatan INTP, diperkirakan mencapai Rp 19,6 triliun atau naik dibanding 2012 sebesar Rp 17,3 triliun. Dari sisi laba Indocement akan mencapai Rp 5,7 triliun, naik 18,2 persen dibanding 2012 sebesar Rp 4,8 triliun.

Sementara itu, Holcim diperkirakan meraih pendapatan sebesar Rp 10,1 triliun atau tumbuh 12,5 persen dibanding pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 9,0 triliun. Dari sisi laba bersih, kami memperkirakan Holcim akan meraih laba Rp 1,3 triliun atau turun 4,5 persen dibanding laba bersih 2012 sebesar Rp 1,4 triliun (dampak dari pengenaan royalti).

Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait