Proyek Kereta Cepat di Bawah Supervisi Sekretaris Kabinet

Image title
Oleh
11 Agustus 2015, 11:43
Katadata
KATADATA
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

KATADATA ? Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan berada di bawah supervisi Sekretariat Kabinet. Pengawalan tersebut agar proyek yang diperkirakan memakan anggaran Rp 60 triliun itu menguntungkan Indonesia.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, pihaknya ingin memastikan agar pembangunan proyek infrastruktur tersebut bisa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Ada empat fokus yang diminta Presiden, yakni adanya penguatan BUMN Indonesia, terjadinya proses transfer teknologi, penggunaan komponen lokal secara optimal, serta terbangunnya kawasan strategis.

Bagi Indonesia, lanjut dia, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan suatu terobosan dalam paradigma pembangunan infrastruktur. ?Pembangunan infrastruktur, khususnya dalam hal transportasi yang merupakan sarana membangun konektivitas, sangatlah penting,? kata Andi seperti dikutip dari situs setkab.go.id, Selasa (11/8).

(Baca: Konsorsium China Railway Akan Garap Kereta Cepat)

Rencananya, proyek kerjasama antara BUMN dengan konsorsium China Railway itu akan memulai pembangunan (groundbreaking) pada bulan ini, dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun. Proyek akan dibangun sepanjang 150 km dari Halim ke Bandung, dan terhubung ke Gambir dengan jaringan yang sudah ada.

Akan ada delapan stasiun yang dibangun, dan laju yang diperkirakan nantinya mencapai 300 km per jam. Hasil studi Bappenas sebelumnya memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 60 triliun. (Baca: PT KAI Tak Dilibatkan dalam Proyek Kereta Cepat)

Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Cina Xu Shaoshi mengatakan, pihaknya menawarkan pembentukan perusahaan bersama (joint venture) untuk mengelola kereta cepat tersebut. Adapun komposisi sahamnya, 60 persen dipegang konsorsium BUMN Indonesia, dan sisanya dipegang oleh pihak Cina.

Shaoshi menjanjikan, pengelolaan kereta cepat itu sudah akan memperoleh keuntungan dalam lima tahun. ?Kami ingin serius berbagi dengan Indonesia dalam mewujudkan kereta api cepat di Indonesia,? kata dia di Gedung Setkab.

(Baca: Pemerintah Kecewa Kapasitas Pembangkit Listrik dari Cina Rendah)

(Baca: Cina Beri Pinjaman Rp 647 Triliun untuk Infrastruktur)

Shaoshi berharap, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan menjadi langkah awal untuk mengembangkan kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok yang lebih baik ke depannya. ?Investasi massal di bidang infrastruktur diharapkan dapat membangkitkan perekonomian kedua negara,? ujar dia.

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait