Kinerja IHSG Terburuk di Asia Pasifik

OJK siapkan dua program untuk mengembangkan pasar modal di Tanah Air
Image title
Oleh
10 Agustus 2015, 12:47
Katadata
KATADATA
Kinerja bursa saham Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terendah di Asia Pasifik.

KATADATA ? Terimbas perlambatan ekonomi global, kinerja pasar modal Indonesia mencatatkan sebagai salah satu yang terburuk di Asia Pasifik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) sudah turun sebesar 9 persen sejak awal tahun. 

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida, IHSG berada di urutan ke-10 di antara bursa saham regional. Posisi pertama diduduki Nikkei 225 Jepang yang tumbuh 18,8 persen. Diikuti oleh indeks Shanghai, Cina yang masih mencatatkan pertumbuhan 15,8 persen meskipun sempat turun hingga 30 persen.

Di posisi ketiga, diduduki oleh indeks Korea Selatan (KOSPI) tumbuh 4,4 persen. Indeks Filipina dan Hong Kong masing-masing meningkat 4,2 persen dan 2,9 persen. Kemudian, indeks di Australia juga tumbuh 1,06 persen. Sedangkan indeks Malaysia dan Thailand masing-masing turun 4 persen dan 4,5 persen. Kemudian indeks Singapura turun 5,2 persen.

?Perkembangan ekonomi global seperti krisis di Yunani dan kondisi pasar saham Cina, ditambah dengan beberapa faktor domestik memicu terjadinya portfolio rebalancing (penyeimbangan kembali portofolio) oleh investor di emerging market, termasuk di Indonesia,? kata Nurhaida di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).

Advertisement

Nilai kapitalisasi pasar IHSG juga tercatat turun 13,68 persen. Sementara Cina Shenzhen dan Shanghai masing-masing tumbuh 59,39 persen dan 18,46 persen. Nurhaida mengaku optimistis, IHSG akan kembali bergairah pada semester II, mengingat anggaran badan usaha milik negara (BUMN) diperkirakan baru akan meningkat menjelang akhir tahun.

?Kami tidak pada kapasitas untuk memproyeksikan (IHSG di akhir tahun). Tugas utama OJK, bagaimana mengantisipasi ketika kondisi ekonomi membaik kami sudah siap dengan perangkatnya,? kata Dia.

?Di Oktober hingga November spending akan meroket, maka tentu ekuitas akan bergerak lebih kuat. Maka antisipasi dengan perkeonomian yang bergerak ini kami persiapkan produk yang ada,? kata dia.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menambahkan, dirinya masih mengkaji hasil kinerja keuangan semua emiten yang hingga kini belum terkumpul. Kendati begitu, dia optimistis upaya pemerintah mendorong belanja pemerintah bisa memicu peningkatan IHSG.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menambahkan, IHSG sudah tumbuh 60 persen dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan peran pasar modal sebagai alternatif pendanaan bagi perusahaan di tengah keterbatasan perbankan.

Memperingati tahun ke-38 kembali aktifnya pasar modal Indonesia, dia menyebutkan ada dua program penting untuk mendorong IHSG. Pertama, peningkatan nilai maksimal ganti rugi dari Rp 25 juta per pemodal menjadi Rp 100 juta per pemodal. Kedua, peluncuran saluran televisi khusus pasar modal.

?Selain dalam rangka meningkatkan keamanan bagi investor ritel terutama, juga untuk menarik minat investor domestik untuk memanfaatkan pasar modal. Seperti perbankan yang punya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pasar modal juga ada Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI) yang sudah beroperasi penuh awal 2014,? ujar Muliaman.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait