Realisasi Investasi 2014 Naik 16,2 Persen

Sektor pertambangan menjadi primadona investasi asing tahun lalu
Image title
Oleh
28 Januari 2015, 17:14
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi sepanjang tahun lalu mencapai Rp 463,1 triliun. Realisasi ini meningkat hingga 16,2 persen dari tahun lalu. Angka tersebut juga melebihi target tahun lalu sebesar Rp 456,6 triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan sepanjang 2014 realisasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 156,1 triliun, meningkat 21,8 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) mengalami peningkatan sebesar 13,5 persen menjadi Rp 307 triliun.

Investasi asing yang paling besar masih berasal dari Singapura dengan total US$ 5,8 miliar. Kemudian diikuti oleh Jepang US$ 2,7 miliar, Malaysia US$ 1,8 miliar, Belanda US$ 1,7 miliar, dan Inggris US$ 1,6 miliar.

Sektor pertambangan menjadi primadona investasi asing tahun lalu, nilainya mencapai US$ 4,7 miliar.  Setelah itu disusul oleh industri makanan US$ 3,1 miliar; transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar US$ 3,0 miliar; industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik  sebesar US$ 2,5 miliar; dan industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi US$ 2,3 miliar. Dari keseluruhan investasi tersebut, sekitar 46 persen disumbang oleh sektor manufaktur.

Advertisement

Menurut Franky, BKPM akan terus berupaya meningkatkan kegiatan penanaman modal dan mendorong percepatan realisasi investasi baik asing maupun dalam negeri, salah satunya dengan mempermudah proses perizinan. ?Presiden telah memberi arahan agar BKPM menjadi lembaga penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat, sebagaimana telah diresmikan pada hari Senin tanggal 26 Januari 2015 kemarin,? ujar Franky dalam keterangannya, Rabu (28/1).

Tahun ini pemerintah menargetkan dapat meraup investasi sebesar Rp 519,5 triliun. Target ini hanya naik 12,2 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Target investasi tahun ini masih mengandalkan investasi asing. Investasi asing ditargetkan dapat mencapai Rp 373,4 triliun. Sementara penanam modal dalam negeri diperkirakan hanya berkontribusi sebesar Rp 175,8 triliun.

Franky menyatakan minat investasi yang masuk pada tahun ini masih terbantu oleh capaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Meski melambat, pertumbuhan ekonomi 2014 sebesar 5,1 persen masih tergolong tinggi di bandingkan negara lain dalam satu kawasan.

Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait