BUMN Masih Jadi Beban Kas Negara

BUMN besar kan sudah jadi perusahaan listed company kenapa tidak cari dana di pasar modal
Image title
Oleh
26 Januari 2015, 09:54
BPK
KATADATA

KATADATA ? Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti rendahnya kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap penerimaan negara. Selama ini dividen dan keuntungan yang disetorkan perusahaan BUMN kepada negara masih minim.

Anggota BPK Bidang BUMN Achsanul Kosasih mengatakan sepanjang 2014, banyak BUMN yang mengalami rugi. Pemicunya adalah banyak investasi BUMN yang sia-sia. Pengadaan barang BUMN berupa peralatan dan mesin, sebagian besar tidak tepat sasaran.

Kalkulasi BPK, nilai kerugian BUMN akibat salah investasi mencapai 54 persen, akibat belum dibayarkannya dana public service obligation/ PSO oleh pemerintah. Padahal sebagian besar BUMN melaksanakan kebijakan PSO.

Tahun ini, kata Achsanul, pemerintah masih akan memikul beban berat dari kinerja BUMN. Sebab, dividen BUMN ditargetkan hanya Rp 34 triliun. Di sisi lain, pemerintah harus memberikan modal kepada BUMN berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 78 triliun.

Advertisement

Dia pun mengkritik perusahaan pelat merah yang berstatus go public atau perusahaan terbuka yang masih meminta tambahan modal dari pemerintah. ?BUMN besar kan sudah jadi perusahaan listed company, kenapa tidak cari dana di pasar modal? Kenapa dia masih meminta modal kepada negara?? ujarnya seperti dikutip harian Kontan, Senin (26/1)

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait