Harga Minyak Turun, KKKS Kaji Penundaan Produksi

KKKS akan memantau perkembangan harga minyak dunia untuk melanjutkan produksi
Image title
Oleh
22 Januari 2015, 15:56
Katadata
KATADATA | Dok.
Aktivitas di anjungan lepas pantai milik Pertamina Hulu Energi. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, sejumlah KKKS berencana menunda produksi akibat harga minyak dunia yang terus turun.

KATADATA ? Sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mengambil ancang-ancang untuk menunda produksi seiring dengan tren harga minyak mentah dunia yang turun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, beberapa KKKS telah memberitahukan rencana tersebut secara langsung kepada dirinya. KKKS akan memantau perkembangan harga minyak dunia untuk melanjutkan produksi.

?Belum bisa sampaikan siapa saja (KKKS) karena baru diskusi awal, namun kita harus antisipasi harga minyak dunia yang turun,? kata Sudirman di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/1).

Menurut dia, apabila harga minyak terus menurun yang berimbas pada penundaan produksi maka akan berpengaruh pada asumsi lifting minyak dalam RAPBN-P 2015 sebesar 849 ribu barel per hari.

Advertisement

Akan tetapi, pihaknya masih berpegang pada angka tersebut sembari memantau pergerakan harga minyak dunia. ?Jadi kami lihat kalau sudah waktunya direvisi maka akan direvisi. Saya hanya akan memberikan angka yang realistis,? kata Sudirman.

Menteri ESDM juga memastikan pihaknya akan terus mengkaji ulang kelanjutan kontrak KKKS ini sekaligus merundingkan bersama bagaimana menyikapi penurunan harga minyak.

Sudirman pun belum mau menyebutkan batas bawah harga minyak sebagai indikator pengurangan produksi. ?Belum saya hitung,? ucapnya.

Sedangkan untuk beberapa megaproyek seperti Blok Masela dan Indonesian Deepwater Development (IDD) tidak akan berpengaruh dengan wacana ini. Menurutnya, kedua perusahaan minyak tersebut sudah mencanangkan dua proyek ini sebagai proyek jangka panjang.

?Saya sudah bicara dengan INPEX dan Chevron. Mereka akan tetap berkomitmen dengan proyek ini,? ujar Sudirman.

Seperti diketahui pemerintah mengajukan revisi perubahan lifting minyak menjadi 849 ribu barel per hari dalam RAPBN-P 2015 dari sebelumnya 900 ribu per barel dalam APBN 2015.

Sedangkan untuk harga minyak dunia hari ini dipatok pada harga US$ 48,9 per barel untuk jenis brent crude dan US$ 47,43 per barel untuk jenis West Texas Intermediate (WTI).

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait