Harga Premium Tidak Sama di Tiap Daerah

Harga premium di Jawa dan Madura dijual sebesar Rp 6700 per liter sedangkan untuk daerah Bali ditetapkan sebesar Rp 7000 per liter
Image title
Oleh
16 Januari 2015, 20:48
Katadata
KATADATA | Arief Kamaludin
Pengendara sepeda motor mengantre di salah satu SPBU di Jakarta. Pemerintah tidak menetapkan harga premium seragam untuk setiap wilayah.

KATADATA ? Presiden Joko Widodo mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 6.600 per liter. Tapi harga tersebut tidak sama untuk setiap daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, harga premium Rp 6.600 per liter hanya berlaku untuk daerah di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pemerintah memberlakukan harga seragam karena sebagai wilayah penugasan (khusus). Ini dengan pertimbangan karena penyaluran ke wilayah itu dinilai jauh dan sulit.

Pemerintah mengenakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen serta biaya distribusi dan penyimpanan sebesar 2 persen.

(Baca: Subsidi Premium Dicabut, Kendali Harga Tetap di Pemerintah)

Advertisement

Sedangkan di wilayah Jamali, pemerintah menetapkan kategori BBM umum yang harganya ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero). Di wilayah ini, PBBKB yang berlaku ditetapkan masing-masing pemerintah daerah (pemda), tapi pemerintah membatasinya maksimal sebesar 10 persen. Pemerintah juga membatasi margin sebesar minimal 5 persen dan maksimal 10 persen.

?Jadi harga Rp 6.600 per liter hanya untuk daerah di luar Jawa, Bali, dan Madura (Jamali),? katanya ketika dikonfirmasi Katadata, Jumat (16/1).

Sementara untuk harga solar, Sudirman mengatakan, harganya seragam untuk seluruh daerah di Indonesia sebesar Rp 6.400 per liter. Ini karena solar termasuk BBM kategori tertentu yang masih disubsidi.

(Baca: Memahami Harga Baru BBM Subsidi)

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga BBM jenis umum yakni premium di Jawa dan Madura dijual sebesar Rp 6.700 per liter, sedangkan untuk daerah Bali ditetapkan sebesar Rp 7.000 per liter.

Perbedaan ini disebabkan PBBKB di masing-masing daerah berbeda. ?Karena PBBKB Bali sesuai Peraturan Daerah Provinsi Bali ditetapkan 10 persen, daerah lain masih 5 persen,? katanya melalui pesan singkat.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait