Enam Emiten Masuk Bisnis Rumah Sakit

Pasar untuk bisnis rumah sakit masih lebar ditambah lagi dengan adanya program kesehatan nasional
Image title
Oleh
14 Januari 2015, 10:06
IHSG
Arief Kamaludin|KATADATA
Bisnis rumah sakit pasarnya masih lebar, apalagi adanya program jaminan kesehatan nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.

KATADATA ? Enam emiten yang mayoritas bisnisnya tidak bersentuhan dengan sektor kesehatan, berencana masuk bisnis rumah sakit. Emiten tersebut adalah PT Bukit Asam Tbk., PT Elang Mahkota Teknologi Tbk., PT Onix Capital Tbk., PT Sentul City Tbk., PT Timah, dan PT Kimia Farma Tbk.

Direktur Utama Elang Mahkota Sutanto Hartono mengatakan penjajakan rumah sakit masih terus berlangsung, tapi perseroan tidak menargetkan nilai tertentu. ?Kami lebih melihat apakah memang ada potensi bisnis secara company value cocok dengan perusahaan, barulah kami evaluasi secara serius,? ujar Sutanto seperti dikutip harian Bisnis Indonesia, Rabu (14/1).

Bukit Asam tengah mendirikan entitas baru bernama PT Bukit Asam Medika, yang berada di bawah anak usaha perseroan PT Bukit Multi Investama. Alasannya perseroan ingin meningkatkan efisiensi dalam hal pengelolaan fasilitas kesehatan karyawannya, selain juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat setempat.

?Perseroan memandang perlu untuk memiliki entitas bisnis mandiri yang bergerak dalam bidang jasa rumah sakit, sebagai penunjang kegiatan usaha utama perseroan,? ujar Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Joko Pramono.

Advertisement

Sementara Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman mengatakan perseroan ingin menjajal bisnis rumah sakit, karena pasarnya masih lebar. Apalagi adanya program jaminan kesehatan nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. "Perbandingan antara jumlah rumah sakit dan jumlah penduduk masih lebar. Pasarnya masih terbuka," ujarnya.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait