Sofyan Djalil Apresiasi Rencana Menjual Gedung Kementerian BUMN

Niatnya bagus sekali bagaimana kami mengefisienkan BUMN
Image title
Oleh
17 Desember 2014, 11:53
Gedung Kementerian BUMN
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri BUMN Rini Soemarno berencana menjual gedung Kementerian BUMN

KATADATA ? Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengapresiasi rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk menjual gedung Kementerian BUMN.

"Niatnya bagus sekali, bagaimana kami mengefisienkan BUMN. Kantor itu terlalu besar," katanya di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta (16/12).

Namun, dia mengatakan hal tersebut masih sebatas wacana. Pemerintah masih harus mengkaji perlu atau tidaknya gedung tersebut dijual. Sofyan juga belum bisa memastikan apakah pemerintah benar-benar membutuhkan uang, hingga gedung tersebut harus dijual.

Menurut Sofyan, Rini sempat mengatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta sudah berniat untuk membeli gedung tersebut. Negara akan mendapat tawaran uang yang cukup bagus dari hasil penjualan gedung. Meski demikian, Sofyan belum bisa memastikan apakah rencana ini bakal terealisasi atau tidak.

Advertisement

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan rencananya untuk menjual Gedung Kementeriannya, untuk tujuan efisiensi biaya operasional. Dia berpendapat gedung tersebut terlalu besar bagi kementerian yang hanya punya 250 pegawai.

Dia menilai gedung yang memiliki 21 lantai tersebut memerlukan banyak daya listrik untuk pengatur suhu. Karena gedung ini menggunakan sistem pendingin udara terpusat, yang akan mendinginkan seluruh ruangan gedung. Padahal tidak semua ruangan di gedung tersebut terpakai.

"Kami cuma 250 orang, saya rasa kalau kita pakai 3-4 lantai saja sudah cukup sehingga ya dijual saja kalau gitu," ujar Rini. Setelah gedungnya terjual, Kementerian BUMN akan menyewa gedung yang relative kecil sebagai kantor. 

Reporter: Arnold Sirait
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait