Beberapa Calon Dirjen Pajak Terindikasi Miliki Rekening Gendut

Ada lima nama calon seleksi dirjen pajak yang pernah bermasalah
Image title
Oleh
9 Desember 2014, 16:43
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Kementerian Keuangan tengah melakukan uji kelayakan publik calon Direktur Jenderal Pajak. Proses seleksi pimpinan otoritas pajak ini menyisakan 11 nama, yang telah melewati tahap assessment center dan tes kesehatan beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan informasi, ada lima nama dari 11 calon Dirjen Pajak yang lolos seleksi yang pernah bermasalah. Lima calon tersebut pernah terindikasi memiliki rekening gendut, berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta tidak mencapai standar seleksi lainnya.

"Beberapa nama memang disebut terindikasi rekening gendut, pernah disebut-sebut dulu," ujar sumber Katadata, yang dekat dengan Ditjen Pajak, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, dia menyebut ada tiga nama yang memiliki rekam jejak yang baik. Meski tidak menyebutkan nama, dia mengatakan Panitia Seleksi sudah memiliki satu nama yang akan menggantikan Fuad Rahmany, walau proses seleksinya masih berjalan saat ini.

Advertisement

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang juga merupakan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Keuangan mengimbau agar masyarakat ikut serta secara aktif melakukan uji kelayakan kepada seluruh calon pimpinan pajak. Jika ada indikasi para calon memiliki kekayaan yang tidak wajar dengan pekerjaannya, masyarakat diminta segera melaporkan beserta bukti yang dimiliki.

"Saya terima kasih kalau ada informasi, bisa sms saya. Tapi harus betul-betul akurat," ujarnya.

Dia menegaskan, Pansel akan tetap berkomitmen mengambil langkah terhadap calon yang terbukti terindikasi bermasalah serta memiliki potensi menjadi tersangka dalam kasus tertentu. Dia juga mengaku pansel tidak akan segan untuk mencoret nama calon tersebut, selama laporanya bisa ditelusuri, valid, dan terbukti. 

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait