Jokowi Minta Target Pajak Naik Rp 600 Triliun

Jokowi mengatakan pemerintah membutuhkan dana yang besar guna membangun infrastruktur
Image title
Oleh
21 November 2014, 10:17
Pajak
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Pekerjaan berat menanti para pegawai kantor pajak tahun depan. Mereka harus bersiap memenuhi target pemerintah yang meningkatkan target penerimaan pajak tahun depan.

Di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015, pemerintah menetapkan target perpajakan Rp 1.380 triliun atau tumbuh 10,74 persen dari rencana APBN Perubahan 2014 Rp 1.246,11 triliun. Namun, Presiden Joko Widodo melihat perlu ada kenaikan Rp 600 triliun dari target saat ini atau menjadi Rp 1.846 triliun di tahun depan. Angka ini naik 32,5 persen.

Jokowi mengatakan, pemerintah membutuhkan dana yang besar guna membangun infrastruktur. Kebutuhan itu bisa dipenuhi karena potensi pajak yang belum digali mencapai Rp 1.200 triliun per tahun. "Potensi pajak yang ada sangat besar, mencapai Rp 1.200 triliun," kata Jokowi saat berbicara ke pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, seperti yang dikutip dari Kontan (21/11).

Potensi itu bisa dilihat dari rasio perpajakan yang masih kecil, yakni hanya 12-13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika rasio pajak bisa didongkrak menjadi 16 persen maka ada potensi tambahan penerimaan pajak sekitar Rp 1.200 triliun.

Advertisement

Jokowi menginginkan DJP menggarap 50 persen dari potensi pajak yang belum tergarap itu. "Namun Menteri Keuangan menawar menjadi Rp 400 triliun saja, nggak masalah," ujar Jokowi.

Dengan tambahan sebesar Rp 400 triliun, artinya target perpajakan tahun depan mencapai Rp 1.780 triliun. Target ini naik 30 persen dari APBN-P 2014. Realisasi penerimaan perpajakan tahun ini diperkirakan maksimal Rp 1.171 triliun atau meleset Rp 75 triliun dari target APBNP 2014.

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait