Pasar Keuangan Respons Positif Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM memberikan sinyal positif ke pasar keuangan dalam negeri
Image title
Oleh
18 November 2014, 10:20
katadata
Arief Kamaludin|KATADATA
IHSG dibuka menguat merespons kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

KATADATA ? Investor di pasar keuangan merespons positif kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (18/11) menguat 23 poin ke posisi 5.077,1.

Kenaikan harga BBM memberikan sinyal positif ke pasar keuangan dalam negeri karena akan memberikan dampak yang baik bagi neraca fiskal dan neraca transaksi berjalan. Investor sudah menunggu realisasi kebijakan ini sejak lama dan menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan mendorong reformasi ekonomi.

?Beberapa investor mungkin kecewa karena pemerintah tidak berani mengambil langkah menaikkan harga BBM hingga 45 persen seperti yang direncanakan,? sebut DBS Group dalam risetnya pagi ini.

DBS memperkirakan tekanan terhadap inflasi mulai terjadi pada Desember dan kemungkinan akan mereda pada Maret 2015. Sedangkan dari sisi fiskal dan neraca transaksi berjalan, kenaikan harga BBM berpotensi menghemat anggaran pemerintah sekitar US$ 10 miliar pada 2015.

Advertisement

?Tapi yang lebih penting, harga BBM yang lebih tinggi akan membatasi pertumbuhan impor minyak yang jauh melampaui ekspor minyak dalam tiga tahun terakhir.?  Diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan akan berada di kisaran 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2015 dari sekitar 3 persen pada tahun ini.

Pemerintah tadi malam mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter. BBM jenis premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter, sedangkan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 8.500 per liter.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi hingga 2 persen dari asumsi dasar APBN 2015 dari 5,3 persen menjadi 7,3 persen. menurut Head of Research Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, sesuai perhitungan Menteri keuangan tersebut Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan.

BI Rate yang saat ini berada di posisi 7,5 persen masih sesuai dengan angka inflasi. Jika BI tidak menaikkan suku bunga, maka secara jangka panjang kenaikan harga BBM akan memberikan sentimen positif. ?Meski untuk jangka pendek harus melihat respons pasar untuk pergerakan IHSG pada hari ini,? kata dia. 

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait