Kuartal III, BCA Raih Laba Rp 12,2 Triliun

Pertumbuhan kredit BCA pada akhir tahun hanya tumbuh 1012 persen
Image title
Oleh
30 Oktober 2014, 19:47
BCA
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ?  PT Bank Central Asia Tbk meraih laba Rp 12,2 triliun pada kuartal III/2014 atau tumbuh 17,7 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 10,4 triliun.

Kenaikan laba itu didorong pendapatan operasional dan bunga bersih yang naik 22,9 persen menjadi Rp 30,1 triliun. Sedangkan marjin bunga bersih naik 0,5 persen menjadi 6,5 persen.

Pertumbuhan kredit BCA naik hanya 10,6 persen menjadi Rp 330,7 triliun pada akhir September 2014. Kredit itu paling banyak disalurkan atau85,5 persen ke kredit korporasi, komersial, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sedangkan rasio kredit bermasalah di level 0,7 persen. 

Dengan pertumbuhan kredit itu, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menghitung pertumbuhan kredit BCA pada akhir tahun hanya tumbuh 10-12 persen. Meskipun rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) masih berada pada posisi 75,9 persen. Perseroan tak berniat terlalu gencar menyalurkan kredit karena likuiditas yang diperkirakan masih akan ketat hingga 2015. 

Advertisement

Jahja memperkirakan kredit tahun depan akan tumbuh di bawah 15 persen karena likuiditas yang masih akan ketat. Dia juga tak yakin dana pihak ketiga (DPK) akan tumbuh tinggi tahun depan. Karena jika kredit tumbuh lebih dari 15 persen, maka DPK juga harus naik setara itu agar likuiditas tercukupi.

Keketatan likuiditas itu dipengaruhi oleh rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan suku bunga the Fed. Selain itu pertumbuhan ekonomi juga diprediksi masih akan melambat hingga tahun depan.

Jika cadangan likuiditas minim, kata Jahja, perbankan akan kesulitan menghadapi tekanan itu Terutama, jika nasabah memilih menarik dana karena adanya kekhawatiran atas kondisi ekonomi. Untik mengantisipasi, BCA menyiapkan dana yang tak terpakai sebesar Rp 130 triliun, dari total dana Rp 330 triliun.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait