Chatib Basri Dukung Bambang Brodjonegoro Jadi Menteri Keuangan

Bambang merupakan ekonom dengan pemahaman yang mumpuni terkait persoalan fiskal nasional
Image title
Oleh
27 Oktober 2014, 11:34
Bambang Brodjonegoro
KATADATA
Bambang Brodjonegoro ditunjuk menjadi Menteri Keuangan

KATADATA ? Keputusan Presiden Joko Widodo memilih Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan dinilai sebagai langkah yang tepat. Anak bungsu Mantan Rektor Universitas Indonesia Soemantri Brodjonegoro ini memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin Kementerian Keuangan.

Pria kelahiran Jakarta 3 Oktober 1966 ini, mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) pada 1990. Setelah itu, dia melanjutkan tingkat magister pada 1991-1993 dan doktoral pada 1995 di kampus yang sama, yaitu University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Dia sempat menjadi dekan termuda di FE-UI pada 2005-2009, serta menjadi Director General Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank (IDB) hingga 2011. Saat menjadi Menteri Keuangan, Agus Martowardojo melihat potensi Bambang dan mengangkatnya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2011. Inilah awal karier Bambang di pemerintahan. Pada Oktober 2013, Bambang dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sebelumnya Pak Bambang adalah Wamen saya. Waktu itu saya usulkan Pak Bambang untuk jadi Wamen saya karena beliau bagus dan punya kapabilitas," ujar Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri Minggu (26/10).

Advertisement

Menurut dia, tantangan ekonomi yang tidak mudah di tahun-tahun ke depan, membutuhkan sebuah kerja keras. Beberapa hal penting yang akan langsung dihadapi di awal kepemimpinan baru ini antara lain isu normalisasi di Amerika Serikat, kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan kebijakan lain terkait proses stabilisasi makro ekonomi.

Kementerian keuangan harus mampu mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 sebesar Rp 2.039 triliun. Sebagai Menteri, Bambang dituntut harus bisa mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.193,4 triliun dan penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 177,5 triliun, tahun depan.

"Saya percaya Kemenkeu ada di tangan yang baik. Saya yakin Pak Bambang dengan dukungan teman-teman di Kemenkeu akan mampu mengawal ini semua," ujarnya.

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai sosok Bambang merupakan salah satu ekonom dengan pemahaman yang mumpuni terkait persoalan fiskal nasional. Pengalamannya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Wakil Menteri Keuangan pada pemerintahan sebelumnya, menjadi rekam jejak yang cukup baik.

"Figur yang bagus dan mempunyai pengalaman yang cukup di Kementerian Keuangan," tuturnya.

Dia menambahkan, hal yang paling penting untuk segera dilakukan Bambang, adalah melakukan perubahan aturan ekpor mineral terkait bea keluar. Karena aturan ini ikut menyebabkan turunnya kinerja ekspor nasional.

Menurut Fauzi, penting untuk pemerintah baru memperkuat struktur fundamental ekonomi nasional mengingat beratnya tantangan ekonomi di tahun-tahun mendatang. Salah satu langkah penting yang harus diambil yaitu memperkuat struktur neraca transaksi berjalan.

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait