Pasar Cenderung Kecewa dengan Tim Ekonomi Jokowi

Image title
Oleh
27 Oktober 2014, 10:26
Katadata
KATADATA
Pengunjung mengamati papan monitor di galeri PT Bursa Efek Indonesia.

KATADATA ? Pelaku pasar di sektor keuangan cenderung kecewa dengan pilihan kabinet Presiden Joko Widodo. Beberapa nama di bidang ekonomi dinilai kurang berpengalaman. Termasuk ada menteri yang diduga mendapatkan bendera merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kekecewaan pasar ini tercermin dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang melemah tipis pada perdagangan pagi ini, Senin (27/10). Meski sempat menguat saat pembukaan, IHSG tercatat turun 18,7 poin atau 0,4 persen ke 5.054 pada pukul 10.00.

Harry Su, Head of Equities and Research Bahana Securities, mengatakan pasar agak kecewa lantaran kabinet yang dipilih kurang optimal. Kendati begitu, pasar masih akan menunggu kinerja ?Kabinet Kerja? tersebut pada 100 hari pertama.

?Pasar mengharapkan komposisi yang lebih baik,? kata Harry kepada Katadata, Senin (27/10).

Direktur Fund and Fun Budi Frensidy juga berpendapat, IHSG hari ini akan bergerak variatif dan cenderung melemah lantaran beberapa nama tidak sesuai harapan ataupun ekspektasi pasar. Seperti yang mendapat raport merah KPK dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), juga karena faktor politik.

?Ada juga menteri (di bidang) ekonomi yang tidak diharapkan, di hari-hari atau jam-jam terakhir baru dimasukkan. Ada deal politik yang dimasukkan di bidang ekuin. Jadi ada bidang ekuin dari partai politik tapi pegang (bagian) yang strategis,? ujarnya.

Budi menyayangkan masuknya Rini Soemarno ke dalam Kabinet Kerja Joko Widodo, meskipun dikabarkan sudah mendapat bendera merah KPK dan PPATK. Untuk itu, menurutnya, IHSG bisa bergerak melemah hari ini.

Meskipun volatilitasnya tidak terlalu tinggi, karena sudah diantisipasi sejak pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober lalu. ?Beberapa sudah price in, tinggal investor menerima (menteri) yang di luar dugaan tapi masih dipertahankan.?

Namun, menurut analis Recapital Asset Management Haryajid Ramelan, keputusan Presiden Jokowi mempertahankan Rini Soemarno bisa dilihat dari sisi pengalamannya. Meski demikian, jika Rini tidak sesuai komitmen program pemerintahan baru, hal ini akan buruk bagi Jokowi.

?Bisa dilihat dari kinerjanya nanti. Apakah akan membawa kebaikan di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau sebaliknya. Kalau tidak, yang terkenda dampaknya adalah Jokowi,? tutur Haryajid.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait