Pasar Mulai Khawatir Jokowi Tak Kunjung Umumkan Kabinet

Pasar sudah mulai mempertanyakan alasan penundaan pengumuman kabinet
Image title
Oleh
24 Oktober 2014, 16:00
BEI KATADATA|Arief Kamaludin
BEI KATADATA|Arief Kamaludin
Aktifitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

KATADATA ?  Pasar berharap Presiden Joko Widodo segera mengumumkan kabinetnya. Belum adanya kepastian pengumuman kabinet menimbulkan dugaan adanya tarik ulur kepentingan dengan partai koalisi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan jika Jokowi tak segera mengumumkan kabinet, pasar sudah mulai mempertanyakan alasan penundaan pengumuman itu. Padahal jika segera diumumkan, menteri ekoomi yang dipilih bisa langsung bekerja.
"Ini kok lama (pengumuman kabinet), jangan jangan bukan menunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi masih tidak cocok dengan keinginan Bu Mega," ujarnya saat dihubungi Katadata, Jakarta, Jumat (24/09).

Sedangkan terkait mendekatnya Partai Gerindra ke koalisi Jokowi, menurut Lana hal itu mungkin saja terjadi. Apalagi komunikasi antara Prabowo dan Jokowi sudah mulai membaik. Pasar menilai hal itu bukan sesuatu yang negatif, karena politik selalu bisa kompromi.
"Asal calon yang disodorkan memiliki kompetensi, dan memastikan delapan kementerian yang dijanjikan Pak Jokowi itu benar-benar diisi orang profesional," ujarnya.

Ekonom Standart Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai pembentukan kabinet saat ini memang manjadi perhatian pasar. Investor berharap kabinet yang dibentuk adalah kabinet yang bersahabat. Struktur kabinet harus dilengkapi dengan figur-figur teknokrat, profesional maupun dari kalangan politisi. 

Advertisement

Dia menilai merapatnya Partai Gerinda merupakan hal yang positif karena koalisi pemerintah akan menguasai suara di parlemen. "Kalau dilihatkan platform Gerindra dan PDI-P mirip dan tidak ada perbedaan ideologi. Dengan syarat menteri yang disodorkan benar benar berkualitas," katanya. (Baca: Prabowo Muncul di Hyatt Temui Tim Jokowi)

Reporter: Redaksi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait