BI: Harga Cabai Dorong Inflasi Oktober

Kenaikan harga ini terjadi di hampir seluruh wilayah akibat cuaca panas yang menyebabkan hasil panen berkurang
Image title
Oleh
24 Oktober 2014, 14:13
Katadata
KATADATA
Aktivitas penjualan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta.

KATADATA ? Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Oktober akan mencapai 0,4 persen. Ini merupakan yang tertinggi dibandingkan rata-rata inflasi Oktober dalam lima tahun terakhir.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, inflasi Oktober dipicu kenaikan harga bahan makanan pokok seperti cabai. Kenaikan harga ini terjadi di hampir seluruh wilayah akibat cuaca panas yang menyebabkan hasil panen berkurang.

Selain itu, erupsi Gunung Sinabung juga mendorong rata-rata inflasi nasional meningkat. ?Berdasarkan survei pekan kedua Oktober, inflasi mencapai 0,4 persen, terbesar rata-rata bulan Oktober lima tahun terakhir,? kata Agus di kantornya, jakarta, Jumat (24/10).

Menurut dia, rata-rata inflasi Oktober selama lima tahun terakhir berkisar 0,16 persen. bahkan pada tahun lalu, inflasi Oktober sebesar 0,09 persen.

Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2014 mencapai 0,27 persen. Rendahnya inflasi tersebut menandakan kenaikan harga pada tahun ini masih bisa terkendali.

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti mengatakan, inflasi Oktober ini akan lebih besar dibandingkan bulan yang sama tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, harga makanan mulai mengalami kenaikan karena adanya depresiasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, inflasi juga didukung meningkatnya harga obat-obatan terutama karena jumlah impor yang meningkat.  Dia memperkirakan inflasi Oktober ada dikisaran 0,3 persen-0,4 persen.

?Lebih besar (inflasi) Oktober. Meskipun ada panen tetapi tidak bagus karena cuaca panas yang memengaruhi hasil panen,? ujarnya saat dihubungi Katadata.

Reporter: Rikawati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait