Kabinet Jokowi 99 Persen Rampung

Jumlah menteri di kabinet menjadi 34 posisi atau berubah dari sebelumnya 33 menteri
Image title
Oleh
23 Oktober 2014, 20:16
Jokowi & JK
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Mantan Deputi Tim Transisi, Andi Wijayanto mengatakan proses pemilihan menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah rampung 99 persen. Namun Jokowi belum dapat mengumumkan anggota kabinet karena menunggu pertimbangan dari DPR tentang nomenklatur kementerian. 

"Itu mempertimbangkan etika hubungan kelembagaan karena ada surat yang dilayangkan Pak Jokowi ke DPR. Itu berlaku (batas waktu) tujuh hari sejak surat diterima di Sekjen DPR," ujar Andi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/10).

Dalam surat tersebut, ujar Andi, ada beberapa kementerian dalam kabinet Jokowi - JK yang merupakan pemisahan dan penggabungan dari kementerian sebelumnya. Dia menyebutkan terdapat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Infrastruktur dan Perumahan Rakyat, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (menggantikan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat). Perubahan yang lain yaitu Kementerian Budaya, Pendidikan Dasar dan Menengah. Lainnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Andi mengatakan Kementerian Maritim yang selama ini menjadi fokus Jokowi nantinya akan mengurus beberapa hal. Pertama budaya maritim yang mencakup wisata kemaritiman. Kedua, kedaulatan pangan laut. Ketiga, infrastruktur kemaritiman. Keempat, diplomasi maritim termasuk ketahanan laut.

Advertisement

Jumlah menteri di kabinet menurut Andi menjadi 34 posisi, atau berubah dari sebelumnya 33 menteri. Kabinet tersebut akan diisi oleh 18 kalangan profesional dan 16 dari partai. Untuk masalah anggaran kementerian tersebut, hal itu akan diatur dalam APBN Perubahan 2015. 

Reporter: Arnold Sirait
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait