Indonesia Bisa Tiru Cara Cina

Cina membutuhkan waktu sekitar 22 tahun untuk mencapai tingkat perekonomian seperti sekarang
Image title
Oleh
13 Oktober 2014, 11:41
Pertumbuhan Ekonomi
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Indonesia dapat meniru Cina dalam mendongkrak perekonomiannya. Berdasarkan perhitungan Dana Moneter Internasional (IMF), ekonomi Cina saat ini merupakan yang terbesar di dunia menyalip Amerika Serikat (AS).

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono mengatakan, Cina membutuhkan waktu sekitar 22 tahun untuk mencapai tingkat perekonomian seperti sekarang. Mulai membuka diri pada 1979, dan menuai pertumbuhan ekonomi pada 2001.

?Deng Xiaoping (pemimpin Cina pada akhir 1970-an hingga 1992) pernah bilang ?saya tidak peduli warna kucing, yang penting bisa tangkap tikus?. Tak peduli apa nama sistem ekonominya yang penting bisa kasih makan rakyat,? kata dia saat berbicara dalam seminar bertajuk ?Taking Indonesia?s Economy to the Next Level? di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada periode kepemimpinan Deng, Cina mulai membuka investasi asing. Adapun gelombang pertama investasi asing berasal dari Jepang, Taiwan, dan Hong Kong. Terutama investasi di sektor infrastruktur.

Advertisement

Menurut Tony, belanja infrastruktur Cina merupakan yang terbesar di antara emerging market, yakni mencapai 10 persen dari total PDB. ?Indonesia tahun depan hanya Rp 260 triliun atau 2 persen dari PDB,? tuturnya.

Selain mendorong pembangunan infrastruktur, Cina juga mengendalikan pertumbuhan penduduk. Kemudian memperbaiki layanan birokrasi. Tapi yang jadi persoalan di Cina adalah tingkat disparitas pendapatan yang tinggi. Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2009 tingkat rasio gini di Cina mencapai 42,1.

Menurut IMF, Cina saat ini merupakan negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia. Memakai perhitungan PDB yang mengacu pada metode paritas daya beli ayau purchasing power parity (PPP), besaran ekonomi Cina mencapai US$ 17,6 triliun pada akhir 2014 atau 16,5 persen dari total perekonomian dunia.

(Baca: Selamat Tinggal Amerika, Ekonomi Cina Terbesar di Dunia)

Besaran ekonomi ini melampaui Amerika Serikat (AS) yang selama ini menjadi motor perekonomian dunia. pada akhir 2014, ekonomi AS diprediksi mencapai US$ 17,4 triliun atau 16,3 persedn terhadat total perekonomian dunia.

Pada 2005, ekonomi Cina tercatat kurang dari setengah perekonomian AS. PDB Cina pada waktu itu hanya US$ 6,5 triliun, sementara AS mencapai US$ 13,1 triliun.

Bahkan IMF memperkirakan ekonomi Cina akan makin jauh meninggalkan AS dalam lima tahun ke depan. Pada 2019, ekonomi Cina akan 21 persen lebih tinggi daripada AS.

Meski begitu, tingkat pendapatan per kapita penduduk Cina masih jauh di bawah AS. Berdasarkan data yang sama, pada 2014, pendapatan per kapita penduduk Cina hanya US$ 12.893 atau kurang dari 25 persen dari pendapatan per kapita penduduk AS yang mencapai US$ 54.678 per tahun. 

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait