Pengendalian BBM Ikut Menurunkan Impor Migas

Pengendalian subsidi bahan bakar minyak BBM dipandang sebagai salah satu penyebab turunnya impor minyak dan gas migas dalam neraca perdagangan Impor migas turun 1854 persen dari US 417 miliar pada Juli menjadi US 34 miliar pada A
Image title
Oleh
2 Oktober 2014, 11:43
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dipandang sebagai salah satu penyebab turunnya impor minyak dan gas (migas) dalam neraca perdagangan. Impor migas turun 18,54 persen dari US$ 4,17 miliar pada Juli menjadi US$ 3,4 miliar pada Agustus. 

Ekonom Bank Internasional Indonesia (BII), Juniman menilai turunnya impor migas disebabkan terkendalinya pasokan BBM oleh Pertamina sejak Mei-Juli lalu. "Pertamina sudah memiliki stok untuk persiapan puasa dan lebaran sehingga volume impornya terkendali," ujar Juniman kepada Katadata (1/10)

Menurut dia kendati volume impor BBM terkendali, namun bukan berarti tingkat konsumsi menurun. Tingkat konsumsi itulah yang harus dikendalikan pemerintah karena akan mempengaruhi besaran impor BBM yang menjadi penyebab rentannya fundamental ekonomi.

Pemerintah diharapkan meningkatkan upaya konversi energi dan melakukan penyesuaian harga di akhir tahun ini. Hal ini bertujuan agar kuota konsumsi BBM bersubsidi 46 juta kiloliter tahun ini dan 2015 tetap terjaga.

Advertisement

Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan penurunan impor migas didorong oleh penuruanan harga minyak mentah dari besaran US$ 104 per barel pada Juli menjadi US$ 99 per barel pada Agustus. "Harga di pasar internasional turun tajam. Itu yang menurunkan impor kita," ujarnya. (Baca: Neraca Perdagangan Agustus Defisit US$ 318 Juta)

Penurunan tersebut tidak akan berlangsung lama mengingat kebutuhan migas yang biasa meningkat di akhir tahun akan mendongkrak kembali harga minyak. 

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait