BPS: BBM Naik Rp 3.000 per Liter, Berdampak Inflasi 3,5 Persen

Sepanjang JanuariSeptember laju inflasi baru mencapai 371 persen
Image title
Oleh
1 Oktober 2014, 17:50
BBM Subsidi
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 3.000 per liter pada bulan depan, akan memberikan tambahan inflasi tidak lebih dari 3,5 persen. Kenaikan harga tersebut diperkirakan memberikan dampak langsung terhadap inflasi sebesar 1,7 persen.

"Kalau ada dampak ikutan seperti tarif angkutan naik, kebutuhan lain naik, mudah-mudahan jangan sampai lebih dari 3,5 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Rabu (1/10).

Hingga September besaran inflasi baru mencapai 3,71 persen. Bulan lalu pemerintah berhasil mengendalikan inflasi, sehingga laju pertumbuhannya hanya 0,27 persen. Jika inflasi September berhasil dikendalikan secara baik hingga kebijakan kenaikan harga BBM diterapkan, maka besaran inflasi diperkirakan mencapai 8 persen hingga akhir tahun.

"Dampak di Desember mudah-mudahan tidak sampai 1 atau 2 persen. Setelah itu tersebar dan makin lama makin mengecil," katanya.

Advertisement

(Baca: BPS: Sebaiknya Kenaikan BBM Tahun Ini Rp 500 per Liter)

Menurut Sasmito dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi akan terus berlangsung hingga awal tahun 2015, dengan adanya kenaikan harga kebutuhan lain. "Perusahaan-perusahaan atau industri itu naikin harga barang produksinya. Itu biasanya bervariasi, bisa dinaikkan pada November, Desember atau Januari sampai Maret" ujarnya.

Namun, kata dia, masyarakat sudah cukup siap menghadapi kebijakan tersebut karena sudah dibahas sejak lama. Kenaikan harga BBM bersubsidi nantinya akan sangat membantu perbaikan anggaran negara 2015.

(Baca: BI Siap Jaga Inflasi Akibat Kenaikan Harga BBM)

Sebelumnya, Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan sempat mengatakan bahwa presiden terpilih Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla memutuskan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada November.

Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan bulan November adalah waktu yang tepat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Alasannya, tren inflasi yang melandai dan rendah hingga akhir tahun. Menurut dia, harga BBM pada November itu bisa dinaikkan hingga Rp 3.000 per liter.

Reporter: Petrus Lelyemin
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait